Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di tangan Budi Waseso, Bulog berani tolak permintaan impor beras

Di tangan Budi Waseso, Bulog berani tolak permintaan impor beras Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Baru-baru ini, pemerintah kembali melakukan impor beras 500.000 ton beras, setelah sebelumnya pemerintah juga telah memutuskan untuk mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500.000 ton pada awal tahun 2018.

Kementerian Perdagangan pun berdalih impor beras jilid II ini untuk menurunkan harga beras yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan, juga untuk meningkatkan stok beras Bulog.

Sayangnya, alasan ini seperti bertentangan dengan data pasokan beras Bulog yang menyatakan bahwa stok masih aman. Bahkan, Bulog telah menyiapkan berbagai upaya untuk menjaga stok agar tetap aman, salah satunya dengan menyerap beras petani.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso menyampaikan, saat ini pihaknya memiliki target serapan beras petani di angka 15 ribu per hari. Menurutnya, jumlah itu sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.

"Kita penyerapan sehari rata-rata 15 ribu ton. Katakanlah akhir Mei tanggal 10, jadi 20 x 15 ribu ton, jadi 300 ribu ton. Itu kurang lebih kan cukup. Nanti masa panen kedua kita bisa maksimalkan lagi," kata dia di Jakarta, Jumat (11/5).

Selain itu, Perum Bulog kembali menegaskan bahwa stok beras nasional sangat aman menghadapi Ramadan dan Lebaran 2018. Stok beras yang berada di gudang Bulog saat ini tercatat melebihi 1 juta ton, yakni sekitar 1,2 juta ton.

"Stok Bulog itu kan ada dua, yang cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras komersil. Itu jumlahnya tidak diam, setiap jam terus bergerak. Pengadaan serapan lokal bergerak," tutur Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (11/5).

Karyawan menegaskan, ketersediaan beras saat ini terhitung cukup, bahkan berlebih untuk Bulan Ramadan nanti, dan bisa menyanggupi kebutuhan beras nasional hingga enam bulan ke depan.

Lalu bagaimana respon Kementerian Perdagangan? Klik selanjutnya. (mdk/azz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP