Di Omnibus Law Cipta Kerja, Pekerja Dapat 'Uang Pemanis' 5 Kali Gaji

Rabu, 12 Februari 2020 16:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Di Omnibus Law Cipta Kerja, Pekerja Dapat 'Uang Pemanis' 5 Kali Gaji Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ©2020 Foto: Zaki/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membocorkan beberapa isi draf Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Salah satunya, akan ada sweetener atau uang pemanis yang diberikan pemerintah setara dengan lima kali gaji bagi seluruh pekerja resmi.

"Dengan ditandatanganinya perjanjian Undang-Undang nanti tenaga kerja dapat sweetener. Sweetener itu berlaku untuk semua pekerja yang resmi dan itu perusahaan bukan perusahaan kecil. Perusahaan besar," katanya ditemui di DPR, Jakarta, Rabu (12/2).

Dia mengatakan, adanya skema sweetener ini tidak menghapus pemberian pesangon bagi para pekerja. Pesangon sendiri masih akan tetap ada berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.

"Kalau pesangon tetap dengan regulasi yang berlaku. Jadi ini beda on top," imbuh dia

Mantan Menteri Perindustrian ini, menambahkan pada dasarnya Omnibus Law Cipta Kerja disusun pemerintah untuk mendorong orang yang tidak bekerja. Di mana, berdasarkan catatan dia saat ini ada sekitar tujuh juta orang yang tidak memiliki pekerjaan dan berhak mendapatkan pekerjaan.

"Hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak untuk mendapatkan gaji, itu diatur dengan omnibus law, apalagi dunia sekarang sedang mendapatkan banyak gejolak," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Serahkan Surpres Omnibus Law Cipta Kerja ke DPR

Pemerintah telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani hari ini, Rabu (12/2). Berdasarkan agenda diterima, merdeka.com surpres akan diserahkan pukul 13.00 WIB.

Dari pantauan di lapangan beberapa menteri tampak sudah merapat Sekretariat Jenderal DPR sejak mulai pukul 13.15 WIB di Di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

"Iya mau nemenin Pak Menko Airlangga saja," Kata Sofyan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2).

Hingga berita ini diturunkan para menteri Kabinet Indonesia Maju belum keluar. Pembahasan masih berlanjut antara pemerintah dan juga DPR. [azz]

Baca juga:
Pemerintah Serahkan Draft RUU Omnibus Law ke DPR
Menko Airlangga Klaim Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Sudah Libatkan Buruh
Buruh Pendukung Jokowi Kecewa dengan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Diserahkan ke DPR, RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Ganti Nama Jadi Cipta Kerja
Diam-diam, Pemerintah Serahkan Surpes Cipta Lapangan Kerja ke DPR
Siang Ini, Pemerintah Serahkan Draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ke DPR

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini