Di Ceko, Airlangga beramah tamah dengan mahasiswa ikatan dinas era Soekarno

Suasana ramah tamah berlangsung hangat, apalagi dijamu dengan masakan Indonesia.

Rohimat Nurbaya
Oleh Rohimat Nurbaya - Reporter
Di Ceko, Airlangga beramah tamah dengan mahasiswa ikatan dinas era Soekarno
Menperin Airlangga Hartarto bertemu mantan mahasiswa ikatan dinas Indonesia di Ceko. ©2018 Merdeka.com

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyempatkan untuk beramah tamah dengan diaspora Indonesia di sela-sela kunjungan kerjanya di Republik Ceko, Senin (30/4) waktu setempat. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Dubes Indonesia untuk Ceko Aulia Rachman itu berlangsung dengan penuh keakraban.

Di sana, Airlangga juga bertemu dengan mantan mahasiswa ikatan dinas zaman Presiden Soekarno, yang tidak bisa pulang karena transisi dari orde lama ke orde baru.

Kepada Airlangga, mereka bercerita bagaimana dulu pernah menjadi seorang yang tidak memiliki warga negara. Sementara, pulang ke Tanah Air juga takut ditangkap. Di Ceko pun keberadaan mereka masih dipending, namun akhirnya bisa mendapatkan kewarganegaraan Ceko.

Dalam ramah tamah itu, Aulia Rachman mengaku gembira bisa bertemu dengan Menperin dan rombongan. Menurut Aulia, saat ini WNI yang ada di Ceko sebanyak 223 orang.

Populasi terbanyak adalah anak berkewarganegaraan ganda hasil nikah campur yakni 54 orang. Lalu TKI dengan keahlian seperti spa therapist dan koki mencapai 35 orang. Warga Indonesia yang menikah dengan WN Ceko ada 35 orang, serta mahasiswa 20 orang.

Suasana ramah tamah berlangsung hangat, apalagi dijamu dengan masakan Indonesia. "Senang bisa bertemu dengan warga negara senior dan juga para pelajar dan mahasiswa Indonesia di sini," kata Airlangga.

Pada kesempatan itu, Airlangga bercerita mengenai Tanah Air yang semakin maju di era Presiden Jokowi. Dia bercerita, jalan-jalan di Nusantara kini sudah tersambung, yakni trans Sulawesi, trans Papua, trans Sumatera. "Daendels saja kalah," ucap Airlangga

Ketua Umum Golkar itu juga menyinggung keberhasilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kata dia, BPJS merupakan program yang luar biasa.

Airlangga mengungkapkan, jika di Amerika Serikat program asuransi kesehatan warganya masih berpolemik, maka Indonesia dengan Kartu Indonesia Sehat, sudah berjalan. "Dan hebatnya lagi full cover, tidak setengah-setengah," katanya.

Tak lupa, Airlangga juga menyampaikan soal revolusi industri 4.0. Dia menegaskan bahwa industri 4.0 tidak menghapus revolusi-revolusi industri yang sudah ada. Mesin uap masih dipakai, dan lainnya.

Revolusi industri 4.0 juga tidak berdampak pada pemecatan tenaga kerja yang sudah ada. Namun, perekrutannya saja yang mengecil.

Airlangga mengaku sangat optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, dia menyemangati anak-anak muda bahwa hingga tahun 2030, Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai warga negara paling produktif dari segi umur.

"Mari persiapkan diri dari sekarang. Hingga tahun 2030 nanti, Insya Allah Indonesia masuk menjadi 5 negara besar di dunia."

Rekomendasi