Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Kejadian Kedua Sejak 2009
Merdeka.com - Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara terbakar pada Jumat (3/3) malam. Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran pertama depo Pertamina di Plumpang terjadi pada hari Minggu 18 Januari 2009. Dari kejadian tersebut satu orang yang diduga petugas Pertamina meninggal dunia. Dugaan polisi saat itu akibat kelalaian manusia, human error.
Akibat terbakarnya depo Pertamina di Plumpang, Vice President Corporate Communication Pertamina, yang saat itu dijabat oleh Anang Rizkani Noor, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu akan terjadinya kelangkaan BBM akibat terbakarnya Depo Pertamina Plumpang.
Dia mengatakan, stok BBM masih mencukupi untuk konsumsi selama sepekan. Kebakaran terjadi pada depo 24 yang menampung sekitar 5.000 kiloliter BBM jenis premium.
"Dari sisi suplai aman, kami minta warga tidak panik dan tak perlu menyerbu SPBU karena yang terbakar hanya satu tangki, saat ini masih ada lima tangki milik Pertamina di sisi Utara Jakarta," ujarnya.
Kini kebakaran kembali terjadi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero) di Jakarta Utara sekitar 20.30 WIB.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengkonfirmasikan kebenaran peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pemadaman.
"Kita sedang upayakan pemadaman dulu," kata Irto saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat, (3/3) malam.
Beroperasi Sejak 1974
Depo Pertamina di Plumpang ini telah beroperasi sejak tahun 1974. Depo ini memiliki kapasitas tangki timbun sebesar 291.889 Kiloliter.
Depo BBM Plumpang menyalurkan produk dengan varian yang sangat lengkap yaitu Premium, Bio Solar, Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo, melalui Terminal Automation System (TAS) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki.
TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia. Hal ini karena Plumpang mensuplai ke sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina. Thruput BBM rata rata sebesar 16.504 Kiloliter per hari dan wilayah distribusi utamanya meliputi Jabodetabek.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya