Data BI: Pembayaran Melalui Fintech Lebih Tinggi Dibandingkan Perbankan

Senin, 9 November 2020 19:24 Reporter : Sulaeman
Data BI: Pembayaran Melalui Fintech Lebih Tinggi Dibandingkan Perbankan Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Sugeng menyebut bahwa telah mulai terjadi pergeseran sistem pembayaran ritel dari dominasi perbankan ke fintech (financial technology). Ini terjadi karena adanya inovasi teknologi melalui pembayaran digital oleh fintech yang kian memudahkan pengguna.

"Survei kita tahun 2015 bank masih mendominasi. Tetapi akhir 2019 peranan non bank atau fintech sudah muncul, jadi perkembangannya luar biasa ini," kata dia dalam acara peluncuran "Indonesia Fintech Society (IFSoc)", Senin (9/11).

Sugeng mengatakan, hal itu tercermin dari besarnya persentase pembayaran dengan uang elektronik fintech di Indonesia. Rinciannya, OVO sebesar 20 persen, Bank Mandiri sebesar 19 persen, Gopay sebesar 19 persen, Dana sebesar 10 persen, dan BCA sebesar 10 persen.

Lalu, BRI sebanyak 6,3 persen, LinkAja sebanyak 5,8 persen, Shopee sebanyak 3,7 persen, BNI sebanyak 1,3 persen, hingga Doku sebanyak 1,2 persen.

Sedangkan, jika digabung penggunaan uang elektronik, kartu kredit dan debit, BCA sebagai pangsa pasar sistem pembayaran dalam negeri sebesar 23 persen, Bank Mandiri dan BRI masing-masing 16 persen, OVO 9 persen, dan Gopay 8,4 persen.

"Sisanya, BNI 8 sebesar persen, Dana sebesar 4,6 persen, LinkAja sebesar 2,5 persen, Shopee sebesar 1,6 persen dan CIMB Niaga sebesar 0,9 persen," imbuh dia.

Baca Selanjutnya: Berisiko Timbulkan Shadow Banking...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini