Darmin Nasution Sebut Gejolak Ekonomi 2019 Tak Akan Separah Tahun Lalu, ini Sebabnya

Rabu, 26 Juni 2019 20:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Darmin Nasution Sebut Gejolak Ekonomi 2019 Tak Akan Separah Tahun Lalu, ini Sebabnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan hal yang perlu dicermati usai gelaran pemilihan umum (pemilu) adalah kondisi ekonomi global. Dia mengungkapkan, kondisi ekonomi global saat ini masih belum menunjukkan arah perbaikan. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak awal tahun lalu.

"Kalau pertanyaannya adalah setelah pemilu barangkali pertama-tama tentu saja kita tidak mungkin tidak menghitung ekonomi global," kata dia dalam acara DBS Asian Insight Seminar 2019 Indonesia : Looking Ahead Post Election, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (26/6).

Namun, dia mengatakan saat ini normalisasi kebijakan di Amerika Serikat (AS) sudah mulai mereda. Sehingga dipastikan tekanan pada tahun ini tidak akan sekuat tahun lalu.

"Kebijakan moneter di AS kelihatan mulai mereda tahun ini sehingga kita bisa saja mengharapkan arah terbalik dari tahun lalu terhadap kebijakan suku bunga moneter," ujarnya.

"Kemudian yang kedua adalah bahwa drunken master masih terjadi, begitu banyak hal dan kejutan," dia menambahkan.

Kendati demikian, dia menyatakan saat ini negara-negara di dunia sudah mulai terbiasa dengan pola gejolak tersebut. Sehingga meskipun belum pulih seutuhnya, dampak dari gejolak ekonomi global tidak akan separah tahun lalu.

Seperti diketahui, pada 2018 Indonesia mendapat tekanan cukup kuat sehingga nilai tukar semat merosot tajam ke level Rp 16.000 per USD.

"Dunia sudah mulai terbiasa dengan gaya yang terjadi di pentas ekonomi dunia. Sehingga walaupun situasi ekonomi global masih belum pulih, yang artinya pertumbuhan perkiraannya masih terus melambat," ujarnya.

Selanjutnya, trade war atau perang dagang yang masih berlangsung dan terus memanas pun dipandang dapat memberi dampak-dampak positif.

"Melihat positifnya saja bahwa situasi perang dagang ini mestinya bisa memberikan hal-hal positif bagi kita walaupun sejauh ini belum terlihat, tetapi apapun ini adalah potensi - potensi hal yang positif," ujarnya.

Selain itu, di tengah situasi ekonomi global dan ketegangan perdagangan, ekonomi Indonesia disebut masih tetap kuat. Terbukti dari angka pertumbuhan ekonomi yang meski tidak tinggi yaitu 5,17 persen namun tetap mengalami kenaikan dari sebelumnya.

"Saya tidak berani mengatakan mencapai kinerja yang baik sekali, tetapi paling tidak pertumbuhannya masih naik. Meningkat sedikit-sedikit, tapi tidak stagnan apalagi turun," tutup Menko Darmin Nasution.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini