Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dapat bantuan Rp 250 M dari Bank Dunia, PUPR bedah ratusan rumah tak layak huni

Dapat bantuan Rp 250 M dari Bank Dunia, PUPR bedah ratusan rumah tak layak huni perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR mendapat bantuan dana berupa Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PLHN) sebesar Rp 250 miliar dari Bank Dunia. Dana tersebut akan digunakan oleh Direktorat Rumah Swadaya sebesar Rp 240 miliar dan Rp 10 miliar untuk Direktorat Perencanaan.

Direktorat Rumah Swadaya akan menggunakan dana bantuan tersebut untuk mendukung program pembangunan rumah swadaya dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdulhamid mengatakan, bantuan lebih besar dialokasikan ke Direktorat Rumah Swadaya karena tingginya kebutuhan akan perbaikan rumah tidak layak huni.

"Kita lihat banyak untuk percepatan itu banyak di rumah yang tidak layak huni," ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Karena itulah perbaikan peningkatan kualitas rumah masyarakat mendapatkan perhatian lebih dari pihaknya. "Bank dunia itu melihat pengentasan pada yang tidak layak huni dulu," katanya.

Diketahui, dalam rencana pembangunan 2018 Direktorat Rumah swadaya menargetkan pembangunan 180.300 rumah dengan klasifikasi 6.000 rumah swadaya baru dan 174.300 peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).

Ada pun Direktorat Rumah Swadaya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 3,25 triliun dari total pagu anggaran kementerian PUPR tahun 2018 sebesar Rp 9,63 triliun. Dengan demikian bantuan dana Rp 240 miliar akan menambah anggaran bagi tercapainya program pembangunan rumah swadaya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP