Dana PEN Dihapus, Airlangga Dorong BP2MI Ajukan Anggaran Operasional

Senin, 22 Agustus 2022 20:16 Reporter : Siti Nur Azzura
Dana PEN Dihapus, Airlangga Dorong BP2MI Ajukan Anggaran Operasional Menko Airlangga Hartarto. ©Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mengajukan anggaran operasionalnya. Mengingat, dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk para calon pekerja migran sudah tak ada lagi di tahun depan.

"Untuk tahun depan Pak Benny bisa menganggarkan di BP2MI, karena ini baru akan dibahas, pagu indikatif sudah disampaikan Pak Presiden di DPR, tinggal nanti masing-masing K/L (Kementerian/Lembaga). Nah saya rasa itu wajar untuk dimasukkan sebagai anggaran," kata Airlangga di Jakarta, dikutip Antara, Senin (22/8).

Airlangga berpesan kepada Kepala BP2MI Benny Ramdhani supaya bisa mengajukan anggaran operasional terkait pelepasan pekerja migran Indonesia (PMI) terlebih dalam program antar pemerintah alias G to G. "Kalau untuk skema G to G (government to government) maka tugas pemerintah untuk membiayai," ujarnya.

Dia menyambut baik baik pelepasan 542 pekerja migran dari sektor manufaktur dan perikanan ke Korea Selatan. Diharapkan, para pekerja migran tersebut bisa memanfaatkan waktu kerja tiga tahun di Negeri Ginseng dan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan diri jauh lebih baik.

Dia juga mendorong para CPMI untuk bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) apabila nantinya mereka hendak berwirausaha.Pemerintah, ucapnya, bisa menyediakan KUR itu sampai Rp500 juta, nol sampai Rp 100 juta tanpa agunan, Rp 100-500 juta dengan jaminan usaha itu sendiri.

"Khusus untuk pekerja migran yang non G to G itu diberikan Rp 100 juta. Jadi tidak perlu menjual barang dan berhutang kepada rentenir. Dengan struktur gaji yang diterima relatif itu bisa dibayar," jelasnya.

Kepala BP2MI Benny Ramdhani menambahkan, 542 CPMI yang dilepas hari ini akan berangkat secara bergiliran tanggal 22 Agustus dan 24 Agustus. Dari jumlah tersebut, 407 di antaranya bekerja di bidang manufaktur dan 135 sisanya di bidang perikanan.

"Jika ditotal sejak 2021 hingga hari ini, sudah sebanyak 6.154 pekerja migran yang kita berangkatkan ke Korea Selatan," kata Benny.

Baca juga:
Lindungi Pekerja Migran, Pemerintah Optimalkan Skema G to G
Ini Isi Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran RI ke Arab Saudi
Peluang dan Tantangan Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran RI ke Arab Saudi
Waspada, 3 Ciri Modus Penipuan Lowongan Kerja bagi WNI di Hong Kong
CEK FAKTA: Tidak Benar BP2MI Bagikan Bantuan Rp150 Juta untuk Pekerja Migran
Penyalur PMI Ilegal ke Kamboja Diburu, Polda Sumut Koordinasi dengan Bareskrim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini