Dana Asing Rp272,7 Triliun Bakal Masuk ke Indonesia

Kamis, 16 Januari 2020 16:36 Reporter : Merdeka
Dana Asing Rp272,7 Triliun Bakal Masuk ke Indonesia Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah kini tengah memfinalisasi pembentukan badan usaha pengelola investasi negara atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Dengan terbentuknya badan usaha tersebut, akan ada dana asing segar senilai USD 20 miliar yang siap masuk ke Indonesia.

"Saya tadi bisik-bisik ke Ketua OJK (Wimboh Santoso) dan Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo). Begitu aturan SWF keluar, akan ada inflow minimal USD 20 miliar," ungkap dia di Jakarta, Kamis (16/1).

Sebagai informasi, aturan mengenai Sovereign Wealth Fund masuk ke dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang kini tengah dimatangkan pemerintah. Dalam RUU Omnibus Law tersebut terdapat 79 Undang-Undang dan 1.244 pasal yang akan direvisi sekaligus.

Menurutnya, upaya itu dilakukan lantaran pemerintah ingin mempercepat transformasi ekonomi domestik. Dia berjanji akan menyerahkan draf RUU Omnibus Law kepada DPR RI paling lambat satu pekan ke depan.

"Maksimal minggu depan kita akan mengajukan ke DPR yang namanya Omnibus Law," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Penyelesaian RUU Omnibus Law

Jokowi mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat menuntaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law maksimal dalam waktu 100 hari. Menurut Presiden Jokowi, Omnibus Law dibutuhkan lantaran pemerintah ingin mempercepat transformasi ekonomi domestik.

"Kita sudah sampaikan ke DPR, mohon ini bisa diselesaikan maksimal 100 hari. Saya angkat jempol saya, dua jempol ini kalau DPR bisa menyelesaikan ini dalam 100 hari," ujar Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Ritz-Charlton Hotel, Jakarta, Kamis (16/1).

Adapun dalam RUU Omnibus Law tersebut terdapat 79 Undang-Undang dan 1.244 pasal yang akan direvisi sekaligus. "Itu kita lakukan karena 1.244 pasal-pasal itu menghambat kita memutuskan, karena dunia berubah cepat sekali. Dan itu mempengaruhi ekonomi kita," tegas dia.

Presiden Jokowi pun mengatakan, jika Omnibus Law ini dapat terselesaikan maka akan ada perubahan yang sangat besar sekali dalam struktur ekonomi dalam negeri. "Kalau ini selesai, kita akan menginjak kebijakan-kebijakan berikutnya. Karena di situ ada urusan yang berkaitan penciptaan lapangan kerja, perpajakan, dan sebagainya," ucap dia.

Dalam satu pekan ke depan, dia berjanji akan menyerahkan draf RUU Omnibus Law kepada DPR. "Maksimal minggu depan kita akan mengajukan ke DPR yang namanya Omnibus Law," tukas Presiden Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Luhut Harap Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat
Dapat Investasi dari Uni Emirat Arab, BUMN Semakin Menarik untuk Investor
Luhut Minta Bantuan KPK Awasi Investasi dan Penyelundupan Nikel
Izin Investasi Migas akan Dipercepat Jadi 1 Hari
Demi Kebaikan, Jokowi Persilakan Namanya Dicatut buat Ancam Gubernur dan Polda
Istana Sebut Polisi Tak Perlu Izin Presiden untuk Periksa Mulan Jameela Jadi Saksi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini