Dampak Virus Corona, Penumpang Garuda Indonesia Turun & Frekuensi Dikurangi
Merdeka.com - Meluasnya penyebaran covid-19 berimbas pada dunia penerbangan. Banyak orang yang takut dan khawatir bepergian ke luar negeri karena khawatir terpapar virus corona baru atau Covid-19.
Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah menggalakkan social distancing guna menekan penyebaran virus tersebut. Sehingga, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kemerosotan jumlah penumpang pesawat selama pandemik virus corona berlangsung, mengingat orang-orang akan menghindari kegiatan di luar rumah.
Terkait dengan situasi tersebut, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (GIAA), Irfan Setiaputra menyatakan bahwa penurunan jumlah penumpang merupakan konsekuensi logis. Ifran mengatakan memang ada penurunan jumlah penumpang, namun hingga saat ini dia belum bisa memastikan jumlahnya.
"Ada penurunan memang, dan kita masih melakukan monitoring," ujarnya ke Liputan6, Kamis (18/3).
Jika pandemik ini masih terus berlanjut hingga musim mudik Lebaran nanti, Irfan belum bisa berkomentar lebih jauh karena masih menunggu aturan dari pemerintah.
"Semua tergantung, apakah penerbangan masih diizinkan (atau tidak)," kata dia.
Frekuensi Penerbangan Dikurangi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelumnya, Irfan mengungkapkan frekuensi penerbangan sudah mulai dikurangi. Namun tidak ada penutupan rute penerbangan kecuali dari dan ke China dan Arab Saudi.
"Yang lain masih dibuka cuma dikurangi," kata Irfan.
Dalam kondisi seperti saat ini, Garuda Indonesia menerapkan kebijakan fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan. Penumpang Garuda dipersilakan mengganti jadwal penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan.
"Aturan ini berlaku di seluruh penerbangan Garuda Indonesia dan penerbangan code-share," kata Irfan.
Reporter: Pipit
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya