Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daftar Komoditas Ekspor Nonmigas yang Meningkat Sepanjang Februari 2021

Daftar Komoditas Ekspor Nonmigas yang Meningkat Sepanjang Februari 2021 Pertumbuhan ekonomi Indonesia. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan nilai ekspor Indonesia pada Februari 2021 mencapai USD 15,27 miliar. Jumlahnya turun 0,19 persen dibandingkan ekspor Januari 2021, tapi secara YoY tumbuh 8,56 persen.

Sektor ekspor utama Indonesia adalah migas, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan. Berdasarkan struktur ekspor menurut sektor, nonmigas menyumbang 94,36 persen dari total ekspor Februari 2021.

"Struktur ekspor kita tidak berubah yaitu 94,36 persennya berasal dari ekspor nonmigas," kata Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers pada Senin (15/3).

Komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan ekspor selama Februari antara lain besi dan baja (HS 72), bahan bakar minyak (HS 27), kendaraan dan bagiannya (HS 87), logam mulia, perhiasan atau permata (HS 71), dan bahan kimia organik (HS 29). Ekspor besi dan baja paling besar dengan peningkatan nilai USD 240,7 juta.

Sementara, ekspor yang mengalami penurunan antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15), bijih, terak, dan abu logam (HS 26), pulp dari kayu (HS 47), mesin dan peralatan mekanis (HS 84). Dalam golongan ini, lemak dan minyak hewan atau nabati mengalami penurunan sebesar USD 639,5 juta.

Selanjutnya

daftar komoditas ekspor nonmigas yang meningkat sepanjang februari 2021Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Secara YoY, ekspor pertanian meningkat 3,16 persen, industri 9 persen, tambang 7,53 persen, dan migas 6,90 persen.

Namun secara m-to-m, ekspor migas turun 2,63 persen, pertanian minus 8,96 persen, dan tambang turun 6,71 persen. Hanya sektor industri yang tumbuh secara m-to-m sebesar 1,38 persen.

"Kalau dilihat month to month memang ada sedikit penurunan dari ekspor Februari 2021 yaitu turun tipis sebesar 0,19 persen," tutur Suhariyanto.

Penurunan ekspor ini terjadi karena ada penurunan ekspor migas sebesar 2,63 persen. Sementara ekspor nonmigas turun sangat tipis 0,04 persen.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP