Curhat Pengemudi Taksi Online Pendapatan Terpangkas 50 Persen Akibat Ganjil Genap

Rabu, 14 Agustus 2019 14:39 Reporter : Merdeka
Curhat Pengemudi Taksi Online Pendapatan Terpangkas 50 Persen Akibat Ganjil Genap Kemacetan. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Para pengemudi taksi online mendukung wacana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecualikan taksi online dari kebijakan kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta. Selain telah diakui sebagai transportasi publik, penerapan peraturan ganjil genap juga dinilai bisa mempengaruhi pendapatan para pengemudi taksi online.

"Penerapan ganjil genap sangat mempengaruhi (pendapatan). Saat berlaku jam ganjil genap, order sangat sepi. Bahkan banyak calon pelanggan membatalkan pesanan karena harus cari jalur alternatif yang jauh," kata Muhammad Rizky (31), mitra pengemudi Go-Car seperti dikutip dari Antara, Selasa (13/8).

Rizky mengakui, sebelum ada peraturan ganjil genap, dia bisa mengantongi hingga Rp 600 ribu per hari karena bisa melayani order lebih banyak. Namun, sejak peraturan ini diterapkan pemasukannya bisa terpangkas hingga 50 persen setiap harinya.

"Apalagi kan ada usulan ganjil genap diperluas, maka selain penurunan pendapatan juga bisa menambah macet di jalan-jalan alternatif," kata Rizky yang sudah menjadi pengemudi taksi online sejak tahun 2015.

Sementara itu, Joni Setiawan (42), mitra pengemudi Grab Car yang biasa beroperasi di daerah Jakarta Pusat menuturkan, peraturan ganjil genap telah mengubah pola order pengemudi yang secara tidak langsung berpengaruh pada pendapatan harian.

"Tidak masalah kalau ada penanda taksi online tapi kita (pengemudi taksi online) jadi bisa lewat area ganjil genap," kata Joni.

Dia mengakui bahwa daerah-daerah ganjil genap memang jadi pusat di mana permintaan taksi online cukup tinggi. Hal ini membuatnya yakin wacana mengeliminasi taksi online dari kawasan ganjil genap dapat dukungan dari mitra-mitra pengemudi.

Sebelumnya, Menhub mewacanakan memberi diskresi agar taksi online tidak terkena dampak peraturan ganjil genap, dengan syarat bahwa taksi online harus menggunakan penanda khusus agar bisa dikenali.

Reporter: Ilyas Istianur

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Sistem Ganjil Genap
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini