ConocoPhillips Perpanjang Kontrak Blok Corridor 20 Tahun, Negara Raup Rp3,5 T

Senin, 11 November 2019 19:23 Reporter : Merdeka
ConocoPhillips Perpanjang Kontrak Blok Corridor 20 Tahun, Negara Raup Rp3,5 T Ilustrasi Explorasi Tambang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kontrak bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) Gross Split Wilayah Kerja (WK) atau Blok Corridor yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditandatangani. Dari proses tersebut, negara mendapat USD 250 juta atau setara Rp3,5 triliun dari bonus tanda tangan.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengatakan kontrak bagi hasil Wilayah Kerja Corridor merupakan kontrak perpanjangan selama 20 tahun. Setelah kontrak ConocoPhillips (Grissik) Ltd sebagai operator saat ini habis pada 2023.

Untuk kontrak baru pemegang partisipasi WK Corridor terdiri dari ConocoPhillips (Grissik) Ltd. sebesar 46 persen, PT Pertamina Hulu Energi Corridor sebesar 30 persen dan Talisman (Corridor) Ltd sebesar 24 persen.

"Telah ditandatangani kontrak Kerjasama gross split Wilayah Kerja Corridor selama 20 tahun sejak Desember 2023," kat Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/11).

Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar USD 250 juta dan bonus tanda tangan (Signature Bonus) sebesar USD 250 juta.

Participating Interest (PI) yang dimiliki oleh Kontraktor tersebut termasuk PI 10 persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah sesuai Peraturan Menteri ESDM No 37 Tahun 2016.

Para pemegang Kontraktor pun diminta berupaya menjaga dan meningkatkan laju produksi di WK Corridor, melaksanakan komitmen yang tertuang dalam Kontrak termasuk Komitmen Kerja Pasti 5 tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan migas

"Operator WK Corridor selama 3 tahun pertama akan dilakukan oleh ConocoPhillips dan selanjutnya hingga akhir masa kontrak akan dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero)," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Menteri Jonan Tetapkan ConocoPhillips Berhak Kelola Blok Corridor Hingga Akhir 2043

ConocoPhillips kembali menjadi operator Blok Corridor selama 20 tahun, setelah kontraknya habis pada 2023. Hal ini menjadi keputusan pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Surat Keputusan Persetujuan Perpanjangan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Blok atau Wilayah Kerja (WK) Corridor, telah ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Menteri Jonan mengatakan, persetujuan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Corridor telah ditetapkan, dengan pemegang hak partisipasi ConocoPhillips (Grissik) Ltd. 46 persen sebagai operator, Talisman Corridor Ltd. atau Repsol 24 persen dan PT Pertamina Hulu Energi Corridor 30 persen.

"Partisipasi Interest yang dimiliki para pemegang interest tersebut termasuk Partisipasi Interest 10 persen, yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Menteri Jonan, usai menandatangani Surat persetujuan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/7).

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema bagi hasil migas Gross Split. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar USD 250 juta dan bonus tanda tangan sebesar USD 250 juta.

"Pemerintah berpesan kepada Kontraktor agar terus meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi di Wilayah Kerjanya," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Saran Sandiaga Uno Agar Pemerintah Jokowi Bisa Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan
Tekan Penurunan Produksi Blok Mahakam, Anak Usaha Pertamina Garap Lapangan Peciko
Menteri Arifin Instruksikan Pertamina Jaga Produksi Blok Mahakam
Selisih Harga BBM & Elpiji Subsidi Belum Diterima, Laba Pertamina Hanya USD 753 Juta
Oktober 2019, Harga Minyak Mentah RI Turun Menjadi USD 59,82 per Barel

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini