Cerita pedagang lebih suka jualan di toko dibanding online

Rabu, 3 Januari 2018 17:12 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Online Shop. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkembangan teknologi digital seakan tak bisa dibendung lagi. Salah satu dampaknya adalah dengan munculnya beragam jual beli online atau e-commerce.

Berbagai lapak e-commerce mulai bermunculan dengan ragam bisnis yang juga bervariasi. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis konvensional alias offline.

Jaringan bisnis yang lebih luas, modal yang lebih sedikit dengan keuntungan menggiurkan menjadikan e-commerce sebagai cara berjualan baru yang bisa menggoda siapa saja.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi salah seorang penjual jam tangan di Pasar Tanah Abang, Fandi namanya. Dia berpandangan bahwa beda online dan offline hanya di bagian promosi barang dan transaksi saja.

Kepada Merdeka.com pria yang mengaku berjualan secara online maupun offline ini mengatakan berdasarkan pengalamannya, pedagang online, sebenarnya juga membeli barang dari para pelaku belanja konvensional seperti dirinya.

"Yang online belanjanya di kita (pedagang offline). Jadi kan mereka foto dulu, pajang kan di online. Nah terus kalau dipesan orang, baru belanja di kita. Jadi jual gambar sebenarnya," ungkapnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).

Karena itu, dia mengatakan berjualan online amat membantu bagi para pelaku bisnis yang mengalami kekurangan modal. "Dagang nggak punya modal lah kayak gitu. Sama saja," kata dia.

Fandi sendiri mengaku lebih nyaman berjualan secara konvensional di Pasar. Dengan begitu, dia dapat lebih mengenal dan berinteraksi langsung dengan pembeli.

"Jadi saya lebih baik kayak begini, face to face, bisa langsung ketemu dengan pembeli. Pembeli juga bisa lihat langsung barangnya," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.