Cerita Jusuf Kalla Setelah Pensiun: Selalu Merasa Hari Sabtu, Bosan Juga Sabtu Terus

Rabu, 4 Desember 2019 22:06 Reporter : Anggun P. Situmorang
Cerita Jusuf Kalla Setelah Pensiun: Selalu Merasa Hari Sabtu, Bosan Juga Sabtu Terus Jusuf Kalla. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Wakil Presiden RI Periode 2014-2019, Jusuf Kalla telah menjalani masa pensiun selama 1,5 bulan belakangan. Dia bercerita, 10 hari pertama usai pensiun selalu merasa hari Sabtu, sebab tidak lagi melakukan kebiasaan seperti saat menjabat wakil presiden.

"Saya sudah 1 bulan setengah pensiun. Sebenarnya, waktu terakhir menjabat saya sempat ketemu Wapres China, dia bilang saya yakin Vice Presiden sama dengan teman lain. Pensiun tapi tidak istirahat. Jadi, 10 hari pertama pensiun saya merasa hari Sabtu terus," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12).

Jusuf Kalla mengatakan, hari-hari tanpa rutinitas mengurus negara membuatnya bosan. Tidak hanya dirinya, sang istri Mufidah Jusuf Kalla juga merasakan hal yang sama.

"Bosen juga hari Sabtu terus, ibu bosan juga kita tinggal di rumah panjang-panjang. Hari pertama kedua masih enak, kemudian seterusnya kenapa di rumah terus? Jadi sekarang kita keliling Indonesia lihat bisnis, lihat keadaan," paparnya.

1 dari 1 halaman

Tak Berhenti Kelola Ekonomi

Dia menambahkan, berakhirnya masa jabatan bukan berarti berhenti mengelola ekonomi. Sebab, sebagai kepala keluarga tetap harus melakukan strategi agar perekonomian tetap jalan.

"Mengurus rumah tangga dan menjabat kepala negara tak jauh beda. Jadi tetap saja ini kehidupan jalan, kita tidak bisa hanya di rumah. Dulu liburan banyak, sekarang tidak. Usaha katering yang biasa saja, sekarang menu nya diubah. Sebagai pengusaha, perusahaan tidak pernah kita hentikan penjualannya tapi kita promosi," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Ajak Rombongan Eks Menteri Jokowi ke Padang, JK akan Terima Gelar Doktor Kehormatan
JK: Presiden 3 Periode akan Memunculkan Pemerintahan Otoriter
Curhat Jusuf Kalla Tidak Pernah Didukung Golkar di Pilpres
JK Soal Pemilihan Ketum Golkar: Tidak Voting Tidak Berarti Tidak Demokrasi
Sekjen Golkar: Ical, Luhut, JK Dukung Airlangga Jadi Ketum Lagi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini