Cerita Horor Pekerja di PLTA Lamajan Peninggalan Penjajah Belanda

Rabu, 15 Mei 2019 13:14 Reporter : Merdeka
Cerita Horor Pekerja di PLTA Lamajan Peninggalan Penjajah Belanda PLTA Lamajan. Syifa Hanifa ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lamajan menjadi salah satu pembangkit tua di Indonesia. PLTA ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda pada 1924.

Pekerja PLTA Lamajan memiliki cerita seru nan mengerikan selama bekerja di pembangkit yang berada di wilayah perbukitan dan berhutan ini. Di mana, pekerja sempat berpapasan dengan binatang buas seperti macan saat datang dan atau akan meninggalkan lokasi.

"Yang agak serem sih malem ya, pas pergantian dari jam 10 ke yang pagi itu. Tapi, untuk naik dari sini ke atas harus ada satpam satu yang nemenin," kata salah satu pekerja, Darar Almas, saat ditemui di PLTA Lamajan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/5).

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, lokasi PLTA Lamajan berada di wilayah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). "Tapi kami tetap bisa tidur kok di sini, ya meskipun tidur-tidur ayam," tambahnya.

Dia menceritakan, pernah salah seorang rekan kerjanya pernah berpapasan dengan macan tersebut. Macan itu, menurutnya, muncul saat ingin diberi makan. "Untungnya tidak diapa-apain. Jadi macan itu baru dilepas. Terus biasa dikasih makan, jadi lagi turun mau nyari makan," imbuhnya.

2019 Liputan6.com

Selain cerita yang memacu adrenalin, ada juga cerita lain. Kali ini agak menyedihkan. Sebab, petugas PLTA tetap harus masuk saat hari raya Lebaran.

General Manager UP Saguling Rusdiansya mengatakan, untuk memastikan pasokan listrik untuk kawasan Jawa Bali akan aman selama Lebaran 2019, PLTA Lamajan telah menyipakan piket siaga. Di mana para teknisi atau operator akan tetap bekerja meski di hari-hari besar seperti Lebaran.

"Kami siap untuk membackup sistem kelistrikan Jawa Bali di hari-hari besar seperti Lebaran," ujarnya.

Meski tidak mudah namun hal ini harus tetap dijalankan oleh semua petugas salah satunya Saiful Anwar. Bahkan Saiful telah bekerja di sana sejak 2002.

2019 Liputan6.com

Lebaran saja tidak menjadi halangan bagi para operator ini untuk bekerja apalagi saat Ramadan ini. Menurut Almas, ketika jaga saat sahur dan berbuka mereka tetap makan dalam ruang power house tersebut menggunakan lauk seadanya.

"Tapi kita punya tradisi setiap buka puasa selalu liwetan, jadi bertiga sama yang jaga kita selalu liwetan di sini kadang tapi pakai lauk yang seadanya. Tapi kalau lagi pada mancing di atas kita dikirimin ikan hasil tangkapannya," ujarnya.

Namun begitu, baik Almas maupun Saiful dan para petugas yang ada di PLTA Lamajan ini tidak sedikitpun mengeluh. Mereka menganggap ini suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus mereka jalani.

Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini