Bursa Berjangka Jakarta masih perkasa hingga 2019 meski Rupiah tertekan

Rabu, 17 Oktober 2018 20:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bursa Berjangka Jakarta masih perkasa hingga 2019 meski Rupiah tertekan bursa saham. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tidak berpengaruh signifikan pada bursa berjangka hingga tahun depan. Mengingat, bursa berjangka merupakan sarana investasi alternatif bukan yang utama.

"Bisa dikatakan relatif stabil dan pengaruhnya itu menurut saya tidak signifikan sampai tahun depan," ujarnya saat Kongkow Bisnis PASFM 92,4 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (17/10).

Bahkan, Stephanus menilai ketidakpastian harga komoditas dari beberapa instrumen bursa berjangka dan nilai tukar justru menjadi sebuah euforia bagi pelaku pasar. Sebab, ini justru dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mencari celah guna mendapatkan keuntungan.

"Harga komoditi atau nilai tukar yang rollercoaster itu merupakan sebuah euforia ke kita," ungkap Stephanus.

Stephanus menambahkan, dalam bursa berjangka ini dana asing yang keluar tidak begitu besar selama Rupiah terdepresiasi. Hal itu dikarenakan jumlah investor yang masuk di bursa ini mayoritas merupakan investor domestik.

"Jadi kalau kita sedikit berbeda dengan equity market (bursa saham) kita lebih banyak domestic market meski kita belum banyak investor yang di perdagangan berjangka," ucapnya.

Kendati demikian, kata dia pelemahan Rupiah saat ini sudah berada di titik puncaknya sehingga dalam waktu dekat akan berbalik menguat. Meskipun ke depannya masih akan ada beberapa sentimen negatif yang menerpa Rupiahz namun menurutnya tidak berpengaruh secara signifikan.

"Kami lihat dengan adanya pelemahan dan penguatan di beberapa mata uang negara lainnya, rupiah harusnya sudah mulai akan berbalik, kurvanya akan tumbuh kembali," pungkasnya.

Sebagai informasi, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Rabu (17/10). Rupiah dibuka di level Rp 15.178 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 15.200 per USD. Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih terus menguat usai pembukaan. Tercatat, saat ini nilai tukar berada di level Rp 5.185 per USD. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini