Buntut kasus kebocoran data, Facebook dituntut ke pengadilan oleh para pemegang saham
Merdeka.com - Para penanam modal menuntut Facebook sebagai buntut skandal kebocoran data oleh Cambridge Analytica. Akibat kasus ini, nilai Facebook terjun hampir mencapai USD 50 miliar pekan ini.
Fan Yuan, salah satu investor Facebook, mendaftarkan tuntutan di pengadilan San Francisco kemarin. Tuntutan ini diikuti oleh sejumlah investor lain yang dirahasiakan jumlahnya yang telah membeli saham Facebook sejak 3 Februari 2017 hingga 19 Maret 2018.
Dilansir dari CNN, Rabu (21/3), tuntutan itu mengatakan bahwa Facebook telah melakukan pernyataan dan tindakan keliru. Facebook juga diklaim tidak mengumumkan pada pemegang saham mengenai kebijakan pengaksesan data miliaran penggunanya pada pihak ketiga.
"Sebagai akibat dari tindakan dan kelalaian terdakwa, serta penurunan nilai saham perusahaan, maka penggugat dan anggota lainnya telah mengalami kerugian yang signifikan," tulis tuntutan tersebut.
Deputi Facebook, Paul Grewal, mengatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk tetap mengedepankan perlindungan informasi masyarakat. "Kita akan menempuh langkah apapun yang dibutuhkan agar informasi terlindungi," ujar Paul.
Sebelumnya, CEO dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg harus menelan pil pahit. Pada senin waktu setempat, saham perusahaan yang dipimpinnya anjlok 7 persen dan membuat harta miliuner ini turut tergerus sebanyak USD 6,06 miliar atau setara Rp 83,3 triliun.
Sementara, saham Facebook merosot hampir tujuh persen. Harga saham Facebook ditutup jadi USD 172,56. Saham Facebook tersungkur usai perusahaan analisis data, Cambridge Analytica (CA) dilaporkan terlibat skandal besar kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook.
Perusahaan yang pernah bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituding menggunakan jutaan data untuk membuat sebuah program software yang hebat sehingga bisa prediksi dan pengaruhi pemilihan suara.
Saham Facebook alami penurunan terbesar dalam empat tahun terkait ada sentimen tersebut. Namun, saham Facebook turun tajam tak membuat Facebook hilang nilai sebagai perusahaan berharga. Facebook masih tetap perusahaan paling berharga di Amerika Serikat (AS).
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya