Buka Pasar Ekspor Baru, RI Jalin Kerjasama Dagang Dengan Negara Eurasia

Kamis, 17 Oktober 2019 17:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Buka Pasar Ekspor Baru, RI Jalin Kerjasama Dagang Dengan Negara Eurasia Mendag Enggartiasto Lukito. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Angota Dewan Menteri untuk Integrasi Ekonomi dan Makroekonomi Eurasian Economic Commission (EEC) Eurasian Economic Union (EAEU) Sergey Glasyev menandatangani Memorandum Kerjasama (Memorandum of Cooperation/MOC) antara Indonesia dan EEC. MOC ini sebagai bentuk komitmen kedua pihak mempererat hubungan ekonominya.

"Pertemuan ini merupakan implementasi dari visi Presiden Joko Widodo dalam meningkatan ekspor, yaitu dengan membuka pasar baru bagi produk Indonesia, dan EAEU adalah pasar non tradisional," ujar dia, di ICE BSD, Banten, Kamis (17/10).

Dia menegaskan bahwa MOC akan dijadikan landasan bagi kedua pihak untuk memulai kerjasama teknis di berbagai bidang guna peningkatan perdagangan dan investasi, seperti pertukaran informasi dan pengalaman, studi bersama dan mendorong interaksi bisnis.

Bidang kerjasama MOC mencakup 18 sektor antara lain perdagangan barang, jasa, investasi, industri, pertanian, transportasi, energi, persaingan usaha dan hak kekayaan intelektual.

"Eurasia mereka membutuhkan buah-buahan tropis. Juga berbagai komoditas yang dengan iklim yang ada, mereka tidak bisa (hasilkan). Kemudian di sisi lain mereka punya kelebihan dia punya galangan kapal, produk kapal yang dibutuhkan dengan teknologi mereka dan dengan harga yang kompetitif, mereka siap," jelas dia.

Kerjasama dengan Eurasia ini, kata dia, diproyeksi akan berdampak positif pada kinerja perdagangan Indonesian juga pada peningkatan nilai perdagangan kedua negara. Untuk saat ini, Indonesia masih defisit terhadap Eurasia.

"Kalau kita sambil paralel itu kita susun studi masing-masing, secara sepintas dari internal kita perhitungan kita positif untuk kita. Sekarang ini (total nilai perdagangan) masih USD 2,9 miliar dan kita masih defisit dgn Eurasia," urai Enggar.

Sebagai informasi, EAEU adalah pasar tunggal yang beranggotakan lima negara, yaitu Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Federasi Rusia. Kelompok negara EAEU memiliki populasi sekitar 183 juta jiwa dan produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar USD 27.000.

Pada 2018, perdagangan Indonesia-EAEU mencapai USD 2,85 miliar dengan ekspor Indonesia ke EAEU sebesar USD 1,04 miliar dan impor sebesar USD 1,81 miliar. Secara umum tren perdagangan kedua pihak dari 2014 hingga 2018 meningkat sebesar 3,37 persen.

Ekspor utama Indonesia ke negara EAEU pada 2018 adalah minyak kelapa sawit dan turunannya (USD 403,19 juta), kelapa kopra, biji sawit atau minyak babasu (USD 69,32 juta), margarin (USD 49,62 juta), amino oksigen (USD 42,71 juta) dan karet alam (USD 34,85 juta).

Sementara, impor utama Indonesia dari negara EAEU adalah produk besi/baja setengah jadi (USD 513,09 juta), pupuk kalium mineral atau kimia (USD 421,63 juta), gandum dan meslin (USD 291,65 juta), batu bara dan bahan bakar padat lainnya (USD 130,24 juta) dan pupuk bkn nitrogen mineral atau kimia (USD 75,02 juta). [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini