BPH Migas larang Jasa Marga jual bensin eceran subsidi
Merdeka.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas memperingati agar PT Jasa Marga atau pengelola jalan tol, tidak menjual bensin eceran subsidi di jalan tol, pada pemilik kendaraan yang ogah membeli BBM non subsidi di jalan tol.
"Kalau mobil mogok di dalam tol, Jasa Marga jangan membelikan atau menyalurkan BBM subsidi," kata Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Ibrahim Hasyim pada merdeka.com, Selasa (5/8).
Dia meyakini, para pemilik kendaraan yang masuk tol, adalah orang-orang yang mampu secara keuangan untuk membeli BBM non subsidi. "Pengelola jalan tol, jangan takut kalau kendaraan yang masuk tol berkurang karena tidak ada premium yang dijual di SPBU tol," katanya.
Ibrahim menegaskan ada 29 SPBU yang berada di sepanjang ruas tol, masih bisa menjual premium sisa pada pelanggan. Tetapi, Pertamina sebagai penyalur BBM subsidi, pada 6 Agustus sudah tidak boleh menyalurkan BBM subsidi ke SPBU. "Kalau ada sisa, masa mau dibawa lagi oleh Pertamina. Habiskan saja," ujarnya.
Dalam hitungannya, paling tidak, penghentian penjualan BBM subsidi jenis premium di jalan tol, akan menyelamatkan kuota BBM subsidi sampai akhir tahun. Untuk solar subsidi, masih akan dijual di SPBU jalan tol. "Kami bisa menyelamatkan 10 hari, ini kontribusi kami buat bangsa," katanya.
Sebelumnya, terkait penerapan kebijakan penghapusan subsidi BBM di SPBU yang ada di jalan tol, PT Jasa Marga mengaku menyiapkan langkah antisipasi. Perusahaan ini, menyiapkan penanganan khusus dengan menyiapkan bensin eceran.
Kepala Humas PT Jasa Marga Wasta Gunadi berjanji membantu pengendara yang mengalami kehabisan bensin dan tidak dapat mengisi di SPBU karena tidak menjual BBM bersubsidi.
"Silakan hubungi Jasa Marga di 021-80880123 jika memang kendaraan yang masih menggunakan BBM subsidi kehabisan bahan bakar," ungkapnya kepada merdeka.com di Jakarta, Minggu (3/8).
Bantuan yang disiapkan Jasa Marga adalah bensin eceran. Petugas Jasa Marga akan segera datang membawa satu jeriken berisi BBM yang sekiranya dibutuhkan kendaraan. "Paling kalau satu jeriken besar itu sekitar 10 sampai 20 liter. Jadi nanti pengendara bisa membeli di petugas yang datang itu. Jadi kita siapkan paling tidak supaya bisa jalan dulu sampai ke SPBU terdekat di luar jalan tol," tegasnya. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya