Bos Kadin akui swasta enggan bangun infrastruktur pedalaman

Selasa, 25 September 2018 15:30 Reporter : Merdeka
Bos Kadin akui swasta enggan bangun infrastruktur pedalaman Anggota Kadin ikut Tax Amnesty. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Presiden RI Joko Widodo menantang pihak swasta untuk mau mengerjakan proyek infrastruktur di luar Jawa. Tantangan itu dia sampaikan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang ke-50 tahun, Senin (24/9) malam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, mengatakan pengusaha memiliki kendala terkait masalah pendanaan jika harus terlibat dalam proyek infrastruktur daerah terpencil. Sebab, Internal Rate of Return (IRR) atau keuntungan bersih yang didapat dalam waktu dekat tergolong kecil.

"Jadi memang kita infrastruktur itu kan proyek jangka panjang. Kalau return-nya kecil memang swasta tak tertarik, karena memang kalau hanya dari hitungan bisnis itu bukan yang ideal," sebut dia seperti dikutip Selasa (25/9).

"Ini kan persoalan membangun Indonesia. Jadi secara hitungan politik dan bisnis, itu kurang bagus juga harus dikerjakan. Tentunya kalau di seluruh Indonesia ini, di beberapa daerah secara hitung-hitungan bisnis memang tidak masuk. Biar jalannya dibangun, tapi jumlah kendaraannya tidak sebanyak di Jawa," tuturnya.

Intinya, dia mengatakan, Presiden Jokowi sebenarnya ingin swasta juga ikut terlibat dalam banyak program pembangunan. "Dia bilang, public private partnership untuk infrastruktur ini sebenarnya ingin sekali supaya pihak swasta juga terlibat," ujarnya.

Meski begitu, Rosan menambahkan, omongan mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanyalah sebuah kelakar untuk mencairkan suasana saja. "Kita sebenarnya lebih becanda. Soalnya pak Surya Paloh sebenarnya yang bicara, itu ada pesan terselubung dari bapak presiden," ungkap dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini