Bos Bulog Soal Penyaluran Beras ke Ritel Modern: Tak Ada Operasi Pasar Lagi

Selasa, 12 November 2019 15:57 Reporter : Merdeka
Bos Bulog Soal Penyaluran Beras ke Ritel Modern: Tak Ada Operasi Pasar Lagi Dirut Perum Bulog Budi Waseso. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan menyalurkan sebanyak mungkin kebutuhan beras kualitas medium ke ritel modern guna menstabilkan harga hingga akhir 2019.

"Ini untuk jaga kestabilan harga sampai akhir tahun. Karena yang kita butuhkan adalah beras medium. Kalau beras premium kan hari ini sudah dibanjiri di seluruh pasar. Di ritel-ritel itu kan beras premium banyak sekali. Tapi yang medium itu yang tidak ada di ritel," tuturnya di Jakarta, Selasa (12/11).

Dengan begitu, pria yang akrab disapa Buwas ini menyatakan, pihaknya nantinya tak perlu lagi melakukan operasi pasar terkait penyaluran beras, sebab Bulog sudah masuk di dalam jejaring.

"Jadi nanti next kita tidak perlu lagi operasi pasar, tidak perlu lagi Bulog ada operasi-operasi karena langsung sudah ada di jejaring ini," ujar dia.

Namun begitu, Bulog tak akan lepas tangan dan terus mengikuti perkembangan situasi yang ada. Ini dilakukan guna menjaga kestabilan harga dan menekan inflasi.

"Mau atau tidaknya lonjakan (harga), tugas Bulog adalah untuk stabilisasi. Jadi jangan sampai ada lonjakan juga. Kestabilan juga penting, karena itu yang akan menstabilkan daripada inflasi. Kita menekan supaya tidak terjadi inflasi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Gandeng Aprindo

Perum Bulog menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) terkait penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan, kerjasama ini digalang dengan tujuan untuk mendukung upaya penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen dengan mutu yang baik dan harga sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami mengajukan kepada pemerintah, tanda tangan dengan Bulog untuk penyerapan beras Bulog yang medium tapi kualitas premium untuk bisa didagangkan di toko ritel modern, sehingga bisa diterima seluruh masyarakat Indonesia," ujar Roy.

Menurutnya, Aprindo yang beranggotakan 150 perusahaan ritel dengan 45.000 gerai yang tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keamanan distribusi barang dan stabilisasi harga, khususnya yang rentan akan fluktuasi harga.

Budi Waseso menyampaikan, melalui pelaksanaan kerjasama antara Perum Bulog dengan Aprindo ini, nantinya diharapkan agar seluruh proses dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan komoditi pangan pokok bagi masyarakat melalui Aprindo dapat ditangani secara baik dengan memanfaatkan kompetensi dari kedua belah pihak.

"Hal ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam meredam gejolak harga pangan yang tercermin dari stabilnya tingkat inflasi nasional khususnya inflasi bahan pangan," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Bulog Manfaatkan Jaringan Aprindo Jual Beras Medium di Toko Ritel
Bulog Bakal Bangun King Market, Toko Modern Khusus Pangan
Bulog Belum Berencana Impor Daging Sapi Brasil Karena Persediaan Masih Ada
Bulog Minta Penyaluran BPNT Melalui Sistem Digital
Bulog akan Salurkan Beras Bergizi untuk Masyarakat Miskin
Perum Bulog Sulap Dedak Jadi Panganan Bergizi

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini