Bos Bukalapak klaim 60 persen produk di situsnya hasil anak negeri
Merdeka.com - Founder & CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky, mengatakan produk-produk yang dijual di situsnya itu minim dari China. Pernyataannya ini sekaligus menepis anggapan bahwa produk yang ada e-commerce Indonesia didominasi produk asal China.
"60 persen produknya berasal dari UKM lokal. Jumlah itu di Bukalapak ya," katanya saat acara konferensi pers ulang tahun Bukalapak ke-8 di Jakarta, Rabu (10/1).
Pernyataannya tersebut berasal dari data internal yang dia miliki. Menurutnya, bila benar e-commerce Indonesia dibanjiri produk impor, hal itu tak juga bisa disalahkan. Sebab, e-commerce hanyalah wadah bagi para pedagang untuk menjual barang dagangannya.
Terlepas itu, kondisi semacam ini juga cerminan dari perdagangan secara offline. Maksudnya, jauh sebelum e-commerce booming, produk-produk asal China sudah lebih dahulu bertebaran di negeri ini. Maka wajar, jika di sisi penjualan toko online ada yang menjual produk-produk impor seperti di toko offline.
"Ya, itu cerminan dari barang-barang yang selama ini dijual offline," jelas dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan pendapatnya terkait produk-produk yang dijual di situs e-commerce Tanah Air. Berdasarkan laporan yang didapatkannya, sebanyak 94 persen barang-barang yang dijual adalah produk yang berasal dari China.
"Retail sudah cukup baik, di mana-mana kita berjalan ada toko retail. Kita berjalan ada toko ritel yang menjual harus produksi. Tapi produktivitas kita sendiri saya mendengar dari laporan e-commerce 94 persen yang dijual e-commerce adalah barang China, angkanya tidak terlalu jelas, tapi tinggi sekali," ungkapnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya