Bos Bukalapak Ancam Hapus Penjual Masker dan Hand Sanitizer dengan Harga Tak Wajar

Minggu, 8 Maret 2020 16:00 Reporter : Sulaeman
Bos Bukalapak Ancam Hapus Penjual Masker dan Hand Sanitizer dengan Harga Tak Wajar Bukalapak. ©2015 youtube.com

Merdeka.com - CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, akan memberikan sanksi tegas bagi mitranya yang terbukti menaikkan harga jual di luar batas kewajaran untuk produk masker dan hand sanitizer. Pelapak yang dilaporkan para pembeli menaikkan harga barang secara tidak wajar akan segera dihapus dari situs.

"Ya kalau naiknya sampai tinggi (masker dan hand sanitizer), kita bisa keluarkan dari platform kita (Bukalapak)," tegas nya di Gedung Sate, Bandung, Minggu (8/3).

Pihak Bukalapak telah melakukan sejumlah tindakan preventif dan tegas terhadap para mitra bisnisnya. Seperti memberikan imbauan kepada penjual untuk tidak menaikkan harga. "Seperti kita berikan himbauan, untuk jangan asal menaikan harga," imbuh dia.

Bukalapak juga telah mengadaptasi algoritma untuk mendeteksi kenaikan harga barang-barang tersebut. Bahkan, ada beberapa produk telah di-take down.

Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, menambahkan Bukalapak telah menindak mitranya atau dikenal dengan istilah pelapak, yang terbukti memanfaatkan situasi pandemi untuk meraup keuntungan tidak wajar dan menghalangi akses masyarakat pada penggunaan alat kesehatan seperti masker dan sanitizer.

"Bahwa sudah ada produk pelapak yang kami take down. Pelapak yang dilaporkan para pembeli menaikkan harga barang secara tidak wajar akan segera ditake-down dan kami juga mengadaptasi algoritma kami untuk mendeteksinya," terangnya.

Pihaknya mengklaim terlibat aktif memberikan informasi terkini soal penyebaran virus corona melalui aplikasi Bukalapak. Selain itu, Intan berujar melalui fitur BukaBantuan, Bukalapak sangat menghargai kerjasama dari pengguna yang bersedia melaporkan temuan seperti ini pada timnya akan segera ditindaklanjuti.

1 dari 1 halaman

Kasus Penimbunan Masker

Polda Jawa Tengah mengungkap kasus penimbunan 4.000 Masker di Semarang yang berjualan Lewat situs online. Di mana, pelaku penimbunan masker di Semarang bertambah. Setelah menangkap Kurniawan (45) warga Semarang Timur dan Merriyati (24).

Selain itu, Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng memeriksa satu orang penimbun masker dan antiseptik gel di Semarang yakni Mihong (24). Total yang dalam pemeriksaan sudah tiga orang. Polisi masih memburu pelaku lainnya.

"Kegiatan transaksi melalui online itu menjadi dasar kami melakukan penggrebekan tadi malam. Tapi kita kembangkan dulu pemeriksaannya, ada kemungkinan banyak pelaku lain yang menimbun," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna di Polda Jateng, Rabu (4/3). [azz]

Baca juga:
Waspada Masker Daur Ulang Bandung Beredar di Jakarta, Ini 5 Faktanya
Gerebek Rumah Produksi Masker Bekas di Bandung, Polisi Amankan Satu Orang
Polisi akan Musnahkan Masker Hasil Sitaan yang Tidak Sesuai Standar Kesehatan
Bareskrim Nilai Diskresi Kapolres Jakpus Jual Masker Sitaan Tidak Langgar Aturan
Pabrik Masker Ilegal di Serang Digerebek Polisi
Gelar Demo, Buruh Minta Pemerintah Beri Masker Gratis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini