Bos BKPM sebut realisasi investasi 2017 cakup sektor e-commerce
Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebut bahwa angka realisasi investasi sebesar Rp 692,8 triliun sudah mencakup investasi dalam sektor e-commerce. Akan tetapi, masih belum diketahui berapa besar porsi investasi yang didapatkan dari e-commerce.
"Seberapa jauh angka-angka yang kami sampaikan sudah mencakup investasi e-commerce bahwa Indo Capital dan lain-lain termasuk Go-Jek. Hanya sebagian kecil yang sudah masuk dalam angka-angka ini. Jadi, saya kira sampai 10 persen pun belum masuk di dalam BKPM," katanya di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/1).
Thomas belum mengetahui porsi investasi e-commerce karena para pelaku belum melaporkan ke BKPM. Pihaknya masih menunggu hal tersebut. "Karena belum dilaporkan oleh pelaku atau investor karena selama ini kami masih menunggu kesadarannya saja," ucapnya.
Thomas mengakui, adanya fenomena e-commerce tersebut membuat BKPM kewalahan dalam mengumpulkan data investasi. "Karena ini fenomenal sangat cepat sekali dalam sejarah. Belum pernah dari 0 jadi puluhan triliun dalam 2 sampai 3 tahun. Jadi, perlu upaya ekstra dari kami untuk mengejar status investasi dari histori-histori ini," ujar Thomas.
Menurutnya, di Indonesia mempunyai rezim yang paling membatasi bagi para investor untuk berinvestasi khususnya investor asing. Maka dari itu, BKPM sedang merevisi kembali Daftar Negatif Indonesia (DNI) bagian dari upaya menarik para investor asing.
"Nggak ada satupun negara di ASEAN yang lebih restriktif di mana semua bidang usaha atau sektor harus ada acuannya. Di negara lain cenderung bebas. Jadi, itu memang menjadi salah satu hambatan. Kami merevisi DNI lagi, kira-kira sektor-sektor apa yang menjadi prioritas untuk relaksasi," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya