Bos Bappenas: Tanah di Ibu Kota Baru Kalimantan Jauh dari Gambut dan Batubara

Jumat, 16 Agustus 2019 19:26 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bos Bappenas: Tanah di Ibu Kota Baru Kalimantan Jauh dari Gambut dan Batubara Bambang Brodjonegoro. ©2019 Humas Kementerian PPN/Bappenas

Merdeka.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa sejauh ini pihaknya terus melakukan pemetaan daerah-daerah yang potensial untuk dijadikan lokasi ibu kota baru. Paling tidak dalam pemindahan ibu kota ini, struktur tanah yang akan dibangun nantinya tidak bermasalah.

"Kalau tanah gambut itu berisiko. Tanah batu bara berisko kita cari yang loakasinya jauh dari gambut dan batu bara," kata dia saat ditemui di Jakarta, Jumat (16/8).

Sebelumnya disebut-sebut Bukit Soeharto menjadi lokasi potensial dalam pemindahan ibu kota baru ini. Namun, Menteri Bambang menegaskan lokasi tersebut tidak tepat dikarenakan lahan di area tersebut merupakan hutan lindung.

"Kan saya bilang Bukit Soeharto hutan lindung dan kita komit untuk tidak ganggu lingkungan apalagi hutan lindung," kata dia.

Oleh karenanya, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersabar terkait dengan penentuan lokasi ini. Sebab, master plan sendiri baru akan dibuat ketika lokasi sudah ditentukan.

"2020 selesainya. Master plan baru bisa dibikin kalau ketahuan lokasinya. Lokasi pasti akan ditentukan pada waktunya," kata dia.

Seperti diketahui, Rencana pemindahan Ibu Kota sepertinya serius dilakukan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Keseriusan itu semakin terlihat saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (16/8) siang.

Saat melakukan Pidato Kenegaraan tahunan itu, Jokowi meminta izin untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan. Namun, belum ada titik terang mengenai lokasi pasti dari ibu kota baru tersebut. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini