BNI: KUR Pariwisata di Perbankan Masih Minim

Senin, 21 Januari 2019 18:24 Reporter : Merdeka
BNI: KUR Pariwisata di Perbankan Masih Minim Labuan Bajo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI) menyebutkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada sektor pariwisata di industri perbankan masih terbilang kecil. Saat ini, KUR di industri perbankan lebih didominasi pada sektor perdagangan.

"Di semua perbankan juga mayoritas perdagangan, manufaktur dan pertanian. Concern di perdagangan karena cash flownya gampang. Jadi main save di perdagangan," ujar Corporate Secretary BNI Ryan Kiryanto di Kantor BNI, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Kendati demikian, potensi KUR di sektor pariwisata terbilang besar. Itu terutama sejalan dengan program pemerintah dimana tahun ini tengah mendorong program 10 destinasi Bali baru.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan pentingnya pembiayaan modal kerja yang bersifat produktif bagi kelompok usaha atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). UMKM diharapkan dapat mengakses KUR pariwisata ini lebih merata.

"Jadi 10 destinasi itu bisa masuk ke corporate banking, salon, restoran menengah bisa masuk, warung segala macam yang kecil bisa masuk. Segala segmen bisa masuk semua, tapi belum terwujud," ujarnya.

Sementara itu, untuk BNI sendiri, KUR di sektor pariwisata juga terbilang minim, secara keseluruhan Perseroan telah mencapai Rp 16 triliun sepanjang tahun 2018. "Sektor pariwisata sudah ada yang mengajukan. Tapi debitur yang butuh datang ke kita itu belum masif atau maksimal. Sedangkan KUR tahun lalu itu sudah Rp 16 triliun," pungkasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini