BNI klaim jadi BUMN pertama jalani program padat karya tunai Jokowi

Rabu, 21 Maret 2018 18:34 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
BNI klaim jadi BUMN pertama jalani program padat karya tunai Jokowi Program Padat Karya Tunai BNI. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah saat ini tengah menggalakan program padat karya tunai (PKT) yang diikuti oleh salah satunya oleh Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi perusahaan pelat merah pertama yang menjalankan program ini.

Pada awalnya, Program PKT BNI ini dilaksanakan di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur pada awal Maret 2018 lalu. Pada saat itu, Program PKT tersebut disandingkan dengan Program Perhutanan Sosial, dalam bentuk proyek pengerasan jalan sejauh 1,1 kilometer (Km).

Pada Program PKT di Desa Ngimbang ini, BNI bekerjasama dengan BUMN lainnya yang juga turut bermaksud mengembangkan perekonomian masyarakat di Tuban, yaitu Perhutani, Bulog, dan PTPN.

Salah satu pelaksanaan Program PKT terbaru yang sedang dilaksanakan BNI bekerjasama dengan masyarakat adalah Program PKT di Kebumen, Jawa Tengah, mulai tanggal 21 Maret 2018. Kali ini, sekitar 800 warga Desa Jatijajar dan Desa Demangsari, Kebumen, Jawa Tengah memanfaatkan Program PKT ini. Hadir pada acara di Kebumen ini Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan CEO BNI Wilayah Yogyakarta Arif Suwasono.

Kegiatan PKT tersebut adalah Normalisasi Saluran Irigasi atau Proses Normalisasi Saluran Irigasi menuju ke lahan pertanian sepanjang 8 Km di Desa Jatijajar dan Desa Demangsari dengan tenaga 800 orang, diman setiap 100 warga akan menormalisasi irigasi sepanjang 1 Km.

CEO BNI Wilayah Yogyakarta, Arif Suwasono, menuturkan program padat karya tunai ini diprioritaskan sebagai sasaran program untuk mengurangi tingkat pengangguran. "Melalui program PKT ini, penduduk yang belum memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan diharapkan ikut ambil bagian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/3).

Adapun proyek-proyek yang dapat dikerjakan dengan memanfaatkan Program PKT ini memiliki kriteria dalam setiap pelaksanaannya, maksimal 5 kegiatan di satu lokasi, seperti jalan desa, embung, jembatan, Pondok Bersalin Desa (Polindes), fasilitas Pendidikan anak Usia Dini (PAUD), dan pembangunan pasar desa.

Seperti diketahui, program Padat Karya Tunai (PKT) ini menghimpun dan memokuskan aktivitas bina lingkungan dari berbagai BUMN untuk memobilisasi budaya gotong royong yang sudah tertanam di dalam masyarakat pedesaan dan memanfaatkannya untuk membangun atau merenovasi sarana serta prasarana publik penting. Dalam menjalankan program ini BNI mengambil dana dari alokasi CSR. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini