BKAF deklarasikan desa Pancasila pertama di Indonesia
Merdeka.com - Program Bali Kei Archipelago Festival yang akan dilaksanakan pada Oktober 2017 juga akan mengadakan deklarasi Pulau Tanimbar Kei sebagai 'Ohoi' atau Desa Pancasila di Maluku untuk yang pertama di Indonesia. Deklarasi ini disebabkan kondisi nasional yang memprihatinkan, di mana terdapat gerakan-gerakan intoleransi yang sangat meresahkan Bangsa Indonesia.
"Deklarasi ini sekalian membuktikan bahwa Maluku sudah menganut asas toleransi beragama dalam bermasyarakat jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan merupakan bukti sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah NKRI dan bangsa ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Roy Rahajaan saat Konferensi Pers BKAF, Jakarta, Kamis (20/7).
Roy menegaskan usai pendeklarasian akan dilanjutkan lari marathon sebagai bagian dari BKAF. "Setelah pendeklarasian dilanjutkan dengan lari obor lintas laut dari Tanimbar Kei ke Pulau Nuhoroa, ini untuk mengenang kehadiran leluhur Nen Dit Sak Mas dari Pulau Bali ke Kepulauan Kei," katanya.
Perwakilan TSC Andy Eric Manuhutu mengatakan lari marathon yang digelar di BKAF akan mengestafetkan Bali dan Kei. Acara dimulai di Pulau Bali dan berakhir di Kepulauan Kei.
Olahraga yang dipilih ada lari marathon jarak dekat dan jarak jauh. Andi menegaskan lari marathon pada BKAF berbeda karena lokasi lari melintasi alam.
"Lokasi lari akan melintasi alam, jadi enggak lurus doang. Berkelok-kelok karena akan melewati alam," jelas Andi.
Hadiah utama yang ditawarkan dalam lari marathon BKAF jarak jauh 42k di Bali dan 42k di Kepulauan Kei adalah 100 juta. 50 orang pemenang lari marathon jarak jauh di Bali akan diterbangkan ke Kepulauan Kei dengan ditanggung seluruh akomodasi.
"Jadi nanti lari marathon jarak jauh 50 orang pemenang di Bali 25 perempuan, 25 laki-laki akan diterbangkan ke Kepulauan Kei dan akan dilombakan kembali untuk juara pertama hadiahnya 100 juta," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya