Bisnis Kuliner Diprediksi Paling Moncer di 2019

Selasa, 1 Januari 2019 15:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bisnis Kuliner Diprediksi Paling Moncer di 2019 Festival Kuliner Serpong 2017. ©2017 Festival Kuliner Serpong 2017

Merdeka.com - Konsep waralaba atau franchise banyak disukai pebisnis pemula. Sebab, pemilik modal cukup menyediakan dana dan lokasi, lalu bisnis sudah dapat berdiri.

Pengurus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Bije Widjajanto menyebut bahwa bisnis dengan konsep ini masih akan tetap menarik di tahun 2019. Waralaba di Indonesia saat ini tercatat hampir 2.000 brand dengan 300 di antaranya merupakan brand asing.

Dia mengungkapkan, ada tiga jenis waralaba yang paling banyak diminati. Yaitu kuliner, retail dan pendidikan (tempat kursus, bimbel).

Dia memprediksi, bisnis yang paling moncer di tahun ini masih tetap sektor kuliner. Terutama menjelang pemilu dan hari raya Lebaran yang jatuh lebih awal dibanding tahun lalu.

"Yang kuliner mungkin menjelang - menjelang pemilu itu bisa lebih ramai karena kebutuhan orang kan banyak, kegiatan banyak, makan di luar," kata Bije saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (1/1).

Akan tetapi, lanjutnya, hal sebaliknya terjadi pada dunia investasi waralaba. Banyak penerima waralaba (franchisee) yang akan menunda investasi dan pembukaan outletnya.

Meski jumlah orang yang ingin memulai bisnis atau menambah bisnisnya tetap banyak, namun diperkirakan mereka akan menundanya hingga setelah Lebaran. "Tetap ada buka di bulan Februari, Maret cuma ada kemungkinan orang akan menunda nanti setelah pemilu lah. Nanti setelah pemilu bentar lagi ah nanti Lebaran. Jadi mungkin semester kedua baru akan kaliatan," ujarnya.

Menurut asalnya, franchise makanan terbanyak berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang. Dari kota-kota tersebut, hampir semua sudah ekspansi ke luar Jawa merata hingga ke Papua. Mulai dari yang berupa gerai hingga gerobak.

Dia mengungkapkan, outlet baru yang akan banyak dibuka tahun ini adalah bidang kuliner.

"Itu memang paling banyak. Jadi dari sisi jumlah brand nya memang paling banyak. Jadi tetap mungkin sebagian besar orang yang buka bisnis ya akan di sektor itu (kuliner)," ujarnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini