BI sebut dunia tengah hadapi perang dagang, perang mata uang dan perang moneter

Jumat, 24 Agustus 2018 16:40 Reporter : Anggun P. Situmorang
BI sebut dunia tengah hadapi perang dagang, perang mata uang dan perang moneter Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China membawa banyak dampak negatif bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Sebab, kondisi ini menciptakan ketidakpastian ekonomi di seluruh belahan dunia.

Kepala Divisi Asesmen Makro Ekonomi Bank Indonesia (BI), Fadjar Majardi mengatakan, setidaknya ekonomi global akan menghadapi tiga tendensi 'perang' dalam beberapa waktu ke depan. Di mana, tendensi tersebut sudah mulai dirasakan sejak awal tahun.

Tiga tendensi perang tersebut antara lain, perang dagang, perang kebijakan moneter dan perang nilai tukar. "Ini ada tiga tendensi monetary policy war, ada trade war, currency war," ujarnya di Hotel Four Points, Jakarta, Jumat (24/8).

Tendensi perang mata uang, kata Fadjar ditandai dengan respons China yang melemahkan mata uangnya (Yuan) demi meningkatkan daya saing ekspor. Meski tidak diakui oleh China namun hal ini cukup membawa dampak besar bagi perdagangan.

"Akibat perang dagang, China bahkan sengaja melemahkan Yuan untuk meningkatkan ekspor mereka, meskipun mereka tidak mengakui. Tapi ini cukup mempengaruhi Indonesia, sebagai mitra dagang China," jelas Fadjar.

Sementara perang kebijakan moneter adalah dengan menaikkan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini pun membawa dampak positif terhadap ekonomi Amerika Serikat tapi membawa negatif bagi negara lain.

"Suku bunga AS naik terus. Trump lakukan ekspansi dan The Fed menahan karena tekanan buat inflasi. Kenaikan suku bunga buat aliran modal lari ke AS. Jadi yield naik, suku bunga naik. Akhir 2017 aliran ke emerging market turun terus malah jadi outflow. Ini mata uang negara emerging melemah termasuk Indonesia," jelasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini