Sejarah Perbankan di Indonesia

Berawal dari penggabungan 4 bank, ini sejarah Bank Mandiri

Sabtu, 26 Maret 2016 13:30 Reporter : Siti Nur Azzura
Berawal dari penggabungan 4 bank, ini sejarah Bank Mandiri Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Bank Mandiri merupakan salah badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998. Berawal dari pengambilalihan kepemilikan saham atas empat bank pemerintah, Bank Mandiri akhirnya memiliki aset, pinjaman, dan deposit terbesar di Indonesia.

Kepala Museum Mandiri, Budi Trinovari mengatakan sejarah panjang dari empat bank bergabung, yakni Bank Ekspor Impor Indoneaia (Bank Exim), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dapat ditelusuri lebih dari 180 tahun yang lalu, sebelum akhirnya dilakukan merger pada 31 Juli 1999.

"Kenapa 180 tahun yang lalu, karena Bank Exim dulunya adalah badan usaha milik Belanda bernama Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) pada tanggal 27 Februari 1826. Selain Bank Exim, BDN dan BBD juga dulunya badan usaha Belanda yang kemudian dinasionalisasikan oleh Soekarno pada tahun 1960," ujar Budi kepada merdeka.com, akhir pekan ini.

Pasca penggabungan, Bank Mandiri mengalami berbagai proses panjang dalam penyesuaian budaya maupun teknologi. Bahkan, pengurangan pegawai sebanyak 8.980 orang dan kantor cabang sebanyak 194 unit, juga dilakukan guna menciptakan konsolidasi baru.

"Penyesuaiannya sekitar 5-7 tahun pelan-pelan. Sekarang ini komposisinya lebih banyak pegawai baru sudah hampir tidak terasa budaya yang lama. Makanya sampai dibentuk tim khusus namanya Tim Internalisasi Budaya, yang sampai sekarang masih ada untuk menyatukan budaya," jelas dia.

Selain itu, Bank Mandiri juga mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat bank tersebut. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut, Bank Mandiri mulai melaksanakan program pergantian platform yang berlangsung selama tiga tahun, di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen retail banking.

"Akhirnya dipilih sistemnya Bank Exim tapi kemudian mulai tahun 1999 sampai 2001 hampir selesai menyatukan sistem. 2003-2004 diubah lagi yang akhirnya dijadikan sistemnya Bank Mandiri. Jadi sistem Bank Exim dipakai untuk masa transisi saja, untuk menyatukan segala macam sistem," jelas Budi.

Kala penggabungan, lanjut Budi, Muljohardjoko yang sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Taspen sejak 1996, diangkat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri pertama. Karena penggabungan empat bank pemerintah, Bank Mandiri secara otomatis telah menjadi BUMN saat dilakukan merger.

"Keempat bank itu kan sudah BUMN. Masing-masing bank sudah punya kantor cabang. Malah kita sudah lengkap dari Sabang sampai Merauke. Seperti Bank Exim dia kuat di Papua, sampai di Wamena, Merauke, Nabire ada. BDN lengkap di Sulawesi, maka sampai di pelosok Watampone ada," jelas Budi.

Kini Bank Mandiri telah mempekerjakan sekitar 36.737 karyawan dengan 2.457 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/perusahaan anak di luar negeri, hingga Desember 2015. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 17.388 atm, dan 53.957 ATM dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, 286.861 Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan elektronik yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center. [sau]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini