Belum ada kesepakatan harga, SKK Migas belum tentukan off taker gas Blok Masela
Merdeka.com - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan pemerintah belum akan menjual gas yang diproduksi dari Blok Masela kepada tiga perusahaan yang berminat. Sebab, harga gas yang ditawarkan oleh ketiga Perusahaan tersebut sangat rendah, yakni hanya USD 3 atau Rp 40.320.
Untuk diketahui, tiga perusahaan yang tertarik membeli gas di Masela adalah PT Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima, dan Kaltim Metanol Industri/Sojitz.
"Belum ditetapkan (pembeli). Beberapa waktu yang lalu, beberapa yang minat, harganya tiga dolar. Tapi bagi hulu migas, kita akan mencari pembeli sendiri," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1).
Amien menjelaskan berdasarkan kajian SKK Migas, harga minyak di beberapa tempat ditawar dengan harga yang lebih tinggi.
"Karena untuk di Teluk Bintuni, calon pembeli mengindikasi USD 5,2. Kami pergi ke China, untuk pabrik petrokimia, itu harga gasnya USD 6,2. Jadi kalau industri nawar USD 3, ya kita cari sendiri saja," jelas dia.
Karena itulah, Amien menilai dengan menawarkan harga gas USD 3, menunjukkan bahwa perusahaan yang bersangkutan tidak serius untuk berinvestasi. "USD 3 itu kan businessman yang tidak mau kerja, maunya cari untung, kemungkinan besar jadi calo. Kalau dia beli USD 3, nanti akan di-calo-in ke perusahaan manufacturing yg mau beli ke dia USD 4," tegas Amien.
"Artinya gini, kalau beli harga 3 dollar, ini supir taksi yg lewat-lewat ini disuruh bisnis model begitu juga bisa," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya