Begini prosedur dan syarat urus asuransi motor korban begal

Senin, 9 Maret 2015 08:04 Reporter : Novita Intan Sari
Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bersyukurlah Anda yang mengasuransikan kendaraannya saat menjadi korban pencurian motor ataupun pembegalan. Tak perlu pusing menghitung kerugian kendaraan yang raib disamber pencuri. Cukup menyiapkan dokumen yang disyaratkan untuk mengajukan klaim ke perusahaan asuransi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan dengan asuransi jenis polis TLO atau All Risk, maka motor yang hilang akan diganti pihak asuransi. Meski begitu, tetap ada aturan main dalam pengajuan klaim.

"Mudah untuk klaim asuransi itu yang penting dokumen pemiliknya lengkap dan jangan lupa terpenting itu surat kehilangan dari pihak berwajib," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (6/3).

Prosedur pencairan asuransi ketika kehilangan motor pertama kali adalah membuat berita acara kehilangan motor ke kepolisian dalam tempo 1x24 jam. Dari laporan itu, polisi akan menerbitkan surat kehilangan dan langsung memblokir dokumen kendaraan tersebut.

"Setelah mendapatkan surat kehilangan dari polisi bisa juga langsung mengklaim asuransi, kami bisa terima," jelas dia.

Setelah itu mendapat surat kehilangan, korban bisa segera melaporkan ke perusahaan asuransi. Namun demikian, klaim baru akan diproses setelah 30 hari kejadian karena memberi waktu kepolisian mengusut kasus pencurian tersebut. "Satu bulan selesai proses klaim dan pencairannya," ungkapnya.

Selain itu, korban kehilangan harus menyiapkan beberapa syarat yaitu:

1. Fotokopi polis asuransi kendaraan

2. Fotokopi SIM & STNK

3. Surat laporan kehilangan asli dari kepolisian setempat (Surat tanda pemblokiran STNK Polda).

4. Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

5. BPKB, Faktur, STNK (asli) [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.