Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini Angka Pertumbuhan Ekonomi Jabar Beserta Permasalahannya

Begini Angka Pertumbuhan Ekonomi Jabar Beserta Permasalahannya Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Pada Triwulan III tahun 2018, ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,58% dibanding periode yang sama tahun lalu dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan III ini didukung oleh hampir semua lapangan usaha yang didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 41,59%.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dalam Seminar Forum Ekonomi Kementerian Keuangan (FEKK) di Holiday Inn Pasteur Bandung, Kamis (22/11/18).

Menurutnya, diperlukan upaya terus menerus dalam membangun sinergi, koordinasi, dan memperkuat sinkronisasi serta keterpaduan antara program-program pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Selain itu, keterlibatan dari kalangan swasta juga sangat penting dalam menciptakan nilai tambah bagi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran serta mendorong produktivitas dan inovasi.

"Tentu kita harus tetap terus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna mendukung tercapainya pembangunan yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan," katanya.

Dana APBN Tahun Anggaran 2018 yang dialokasikan untuk Provinsi Jawa melalui Dipa Kementerian/Lembaga yaitu sebesar 45,5 triliun rupiah, melalui dana transfer ke daerah sebesar 61,12 triliun rupiah.

Kekuatan fiskal yang berasal dari dana DIPA, dana transfer ke daerah dan dana desa uang besar tersebut tentunya sangat diharapkan menjadi stimulus dalam proses pembangunan di Provinsi Jawa Barat.

"Solusi ke depan sebagai visi Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, maka alokasi anggaran APBD yang sedang proses (tahun 2019) kita berusaha menginjeksi dan memberikan stimulus agar bisa mengurangi kemiskinan, indeks gini ratio juga mengatasi pengangguran," ujar Iwa.

Menurutnya, sebagaimana terjadi di sebagian daerah, saat ini Provinsi Jawa Barat masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, yang pertama, masih ada ketimpangan distribusi pendapatan yang dapat dilihat dari indeks gini ratio Provinsi Jawa Barat pada Maret 2018 mengalami kenaikan menjadi 0,407 dibandingkan September 2017 (0,393), dan tentu berada diatasi gini ratio nasional sebesar 0,389.

Kedua, angkatan kerja di Jawa Barat pada agustus 2018 tercatat sebanyak 22,63 juta orang bertambah dibanding Agustus 2017, namun tidak diiringi peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang justru menurun 0,42%.

Ketiga, persentase penduduk miskin Jawa Barat pada Maret 2018 tercatat sebesar 7,45%, menurun 0,38% dibanding September 2017, namun disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan cukup tinggi. Persentase penduduk miskin pada Maret 2018 di perkotaan sebesar 6,47% dan pedesaan sebesar 10,25%.

"Berdasarkan hal itu, pelaksanaan APBN di Provinsi Jawa Barat seharusnya memberikan prioritas pada penanggulangan masalah-masalah tersebut. Pelaksanaan APBN harus diarahkan pada basis sektor-sektor potensial yang mampu memberikan nilai tambah dan berkesinambungan," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP