Baru Melantai di Bursa, Saham Gaya Abadi Langsung Auto Reject

Senin, 7 Oktober 2019 09:51 Reporter : Merdeka
Baru Melantai di Bursa, Saham Gaya Abadi Langsung Auto Reject IPO PT Gaya Abadi Sempurna. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Perseroan menerbitkan saham sebanyak 500 juta lembar ke publik. Dengan Harga penawaran umum Rp115 per lembar saham, SLIS mengantongi dana segar sebesar Rp57,5 miliar.

IPO pagi ini, saham SLIS langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), lantaran kenaikan saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.

Adapun saham SLIS naik 69,57 persen persen atau 80 poin ke level Rp195. Saham SLIS ditransaksikan sebanyak 3 kali dengan volume sebanyak 40 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp780.000

Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas Anshy M Sutisna mengatakan pada masa penawaran umum tercatat sebanyak 1.619 investor melakukan pemesanan saham SLIS.

"Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 1 miliar lebih saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscriced," ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin (7/10).

Untuk memuluskan rencananya, perseroan menunjuk Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, serta PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, dan PT Corpus Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.

Sementara itu, masuknya perseroan ke pasar modal sekaligus untuk meningkatkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance / GCG).

Sebagai informasi, sebagai emiten produsen sepeda motor listrik, Komisaris Independen Gaya Abadi Sempurna Hadi Avilla Tamzil mengatakan, perseroan ingin memanfaatkan momentum kebijakan pemerintah tentang kendaraan listrik dalam rencana IPO ini. Apalagi, jika berjalan sesuai rencana.

Saat ini, kapasitas terpasang perseroan sebanyak 20.000 unit per bulan per shift. Adapun, utilisasi kapasitas baru mencapai 30 persen.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Bursa Saham
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini