Barata Indonesia Selesaikan Proyek Vital Pressure Vessel untuk Pupuk Sriwijaya

PT Barata Indonesia (Persero) berhasil merampungkan dua unit Pressure Vessel untuk proyek extensifikasi PT Pupuk Sriwijaya III B, menegaskan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan industri manufaktur dalam negeri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Barata Indonesia Selesaikan Proyek Vital Pressure Vessel untuk Pupuk Sriwijaya
PT Barata Indonesia (Persero) berhasil merampungkan dua unit Pressure Vessel untuk proyek extensifikasi PT Pupuk Sriwijaya III B, menegaskan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan industri manufaktur dalam negeri. (AntaraNews)

PT Barata Indonesia (Persero) telah mengumumkan penyelesaian pekerjaan pembuatan dua unit Pressure Vessel. Komponen vital ini ditujukan untuk pabrik pupuk pada Proyek PT Pupuk Sriwijaya III B. Penyelesaian ini menandai langkah penting dalam upaya peningkatan kapasitas produksi pupuk nasional.

Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko, menyatakan bahwa Pressure Vessel tersebut akan dioperasikan dalam proyek pengembangan (extensifikasi) Pabrik Pusri III B. Pernyataan ini disampaikan langsung di Gresik pada Jumat (27/2). Proyek ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi sektor pertanian.

Pengembangan pabrik ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas serta keandalan produksi pupuk. Barata Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Barata Indonesia Dukung Proyek Strategis Nasional

Penyelesaian proyek Pressure Vessel ini menegaskan komitmen kuat PT Barata Indonesia (Persero) dalam mendukung pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN). Perusahaan ini berperan aktif melalui penyediaan produk manufaktur dalam negeri yang berkualitas tinggi dan berdaya saing. Dukungan ini sangat krusial untuk kemandirian industri Indonesia.

Hertyoso Nursasongko menambahkan bahwa Barata Indonesia terus menjalankan transformasi BUMN. Hal ini dilakukan melalui penyediaan produk manufaktur berstandar global yang kompetitif. Upaya ini tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga memberikan nilai tambah signifikan bagi pembangunan nasional secara keseluruhan.

Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas Barata Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri manufaktur berat. Mereka mampu memenuhi kebutuhan proyek-proyek berskala besar di Indonesia. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi industri dalam negeri.

Kualitas Global dan Peningkatan TKDN

Dalam proses produksinya, PT Barata Indonesia (Persero) tidak hanya mengedepankan pemenuhan standar kualitas internasional. Perusahaan ini juga secara konsisten mempertahankan sertifikasi American Society of Mechanical Engineers (ASME) “U” Stamp. Sertifikasi ini merupakan bukti pengakuan global terhadap kualitas produk mereka.

Selain itu, Barata Indonesia juga secara aktif mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Komitmen ini dibuktikan dengan capaian TKDN pada produk Pressure Vessel yang mencapai 38,77 persen. Angka ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur nasional dalam rantai pasok proyek-proyek vital.

Peningkatan TKDN ini memiliki dampak ganda. Pertama, mengurangi ketergantungan pada produk impor. Kedua, memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Hal ini juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi