Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bank Indonesia Waspadai Perlambatan Pertumbuhan Kredit dan DPK Perbankan

Bank Indonesia Waspadai Perlambatan Pertumbuhan Kredit dan DPK Perbankan Rapat Dewan Gubernur BI. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebutkan saat ini intermediasi perbankan tengah menjadi perhatian bank sentral. Ditandai dengan lambatnya pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dia mengungkapkan pertumbuhan kredit melambat dari 9,58 persen (yoy) pada Juli 2019 menjadi 8,59 persen (yoy) pada Agustus 2019, terutama dipengaruhi masih terbatasnya permintaan kredit korporasi.

"Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2019 sebesar 7,62 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2019 sebesar 8,04 persen (yoy)," kata dia, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/10).

Namun secara keseluruhan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Dia menjelaskan stabilitas sistem keuangan yang terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Agustus 2019 yang tinggi yakni 23,48 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,60 persen (gross) atau 1,20 persen (nett).

"Kinerja korporasi go public yang tetap baik seiring kemampuan membayar yang tetap sehat juga menopang stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

Perry memastikan bauran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dapat mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.

"Pertumbuhan kredit perbankan diprakirakan dalam kisaran 10-12 persen (yoy) pada 2019 dan 11-13 persen (yoy) pada 2020, sementara DPK diprakirakan dalam kisaran 7-9 persen (yoy) pada 2019 dan 8-10 persen (yoy) pada 2020," tutup bos Bank Indonesia tersebut.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP