Bank Indonesia Nilai Ekonomi Syariah Cocok Jadi Penangkal Dampak Gejolak Global

Selasa, 12 November 2019 11:49 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bank Indonesia Nilai Ekonomi Syariah Cocok Jadi Penangkal Dampak Gejolak Global syariah. shutterstock

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, menyebutkan ekonomi syariah dapat menjadi solusi yang tepat saat ekonomi global penuh ketidakpastian seperti sekarang ini. Dody menjelaskan pada saat ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan dan potensi pertumbuhan ekonomi global yang menurun, dunia mencari keseimbangan dan stabilitas baru.

Tekanan tidak hanya terjadi di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang buruk, tetapi juga di negara-negara dengan fundamental yang masih relatif sehat seperti Indonesia.

"Ke depan, sebagai bagian dari keadaan global ini kita harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan kehidupan dalam lingkungan volatilitas yang lebih tinggi," kata dia dalam pembukaan forum 5th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) 2019, sebagai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Jika dalam waktu dekat, tetap melanjutkan "bisnis seperti biasa", ketidaksetaraan global dipastikan akan semakin meningkat dan semakin besar. "Perlu ada solusi. Tatanan ekonomi dunia perlu diarahkan agar lebih adil, tumbuh secara proporsional dan berkelanjutan. Kegiatan ekonomi harus lebih produktif, distribusi pendapatan harus lebih inklusif. Selanjutnya, transaksi keuangan harus didasarkan pada kegiatan ekonomi riil. Semua ini mengandung prinsip ekonomi, bisnis, dan keuangan Islam," ujarnya.

Dody mengungkapkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah solusi yang memungkinkan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan saat ini dan di masa depan. "Keuangan berbasis syariah dapat berkontribusi dengan mempromosikan gagasan pembagian risiko dan integrasi keuangan komersial dan sosial, yang merupakan salah satu faktor utama dalam memastikan ketahanan ekonomi dan inklusi," ujarnya.

Ekonomi dan keuangan syariah diyakini mengandung nilai-nilai yang sangat condong ke arah keadilan yang lebih besar dalam pembangunan sosial-ekonomi, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan manusia. Keuangan syariah secara konsisten mempromosikan pembagian risiko alih-alih pendekatan pembiayaan utang, yang diyakini akan meningkatkan ketahanan dan stabilitas pasar keuangan.

"Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar baik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan untuk meningkatkan struktur neraca berjalan. Saat ini ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan baru, tidak hanya di kalangan Muslim negara mayoritas, tetapi juga di negara lain di mana umat Islam bukan mayoritas," ungkapnya.

Jasa keuangan pada ekonomi syariah juga mencatat kinerja keuangan yang signifikan dalam dekade terakhir di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fundamental industri keuangan Islam tetap kuat, dengan lebih dari USD 1,7 triliun dana kelolaan, dan sebagian besar dari 20 dana kekayaan negara terbesar terletak di negara-negara di mana Islam adalah agama utama.

1 dari 2 halaman

Begini Upaya Pemerintah Dorong Perkembangan Ekonomi Syariah

Pemerintah Indonesia berniat untuk mengembangkan ekonomi syariah ke arah yang lebih luas lagi. Bahkan, ekonomi syariah ini digadang-gadang akan menjadi ujung tombak baru dari pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, ada beberapa langkah untuk mengimbangi dan mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui berbagai kebijakan pemerintah. Caranya dengan mendorong pelaku produksi syariah, produk halal serta pengembangan SDM.

"Untuk industri berbasis syariah, untuk dukung potensi, perlu berbagai langkah dan program. Sangat penting pengembangan SDM dan apalagi entreprenuership, kewirausahaan. Ini bagian yang harus kita lakukan," katanya.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan menerbitkan berbagai regulasi yang mengatur pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, inisiatif lainnya dilakukan dengan penyusunan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI).

Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro selaku Ketua IAEI menyampaikan pentingnya penciptaan SDM di bidang ekonomi syariah, sekaligus pengembangan sektor riil berbasis syariah.

"IAEI memang dirancang untuk menciptakan SDM di bidang ekonomi syariah. Organisasi ini memang harus berakar di kampus, tapi tidak boleh berhenti di situ. IAEI harus berani keluar menghadapi sektor riil untuk pembangunan manusia dan kesejahteraan umat," pungkas Bambang.

2 dari 2 halaman

Wapres Maruf Amin Ingin Percepat Perkembangan Ekonomi Syariah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantornya. Dalam pertemuan tersebut, Ma'ruf Amin sedang mencari cara bagaimana mempercepat ekonomi syariah dari sisi program kerja.

Dimulai dari sisi ekonomi riil seperti industri halal hingga industri perbankan. Tidak hanya itu, dari sektor pendidikan juga beberapa perguruan tinggi yang sudah memiliki program ekonomi islam harus terus dikembangkan.

"Beliau juga menyampaikan sekarang sedang dipikirkan bagaimana akselerasi ekonomi Islam syariah dari sisi program kerja baik itu dari sisi ekonomi riil seperti industri halal sampai industri keuangan, perbankan, asuransi, capital market," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani yang ditunjuk sebagai ketua formatur dari ikatan ahli ekonomi pun melaporkan terkait perkembangan dan struktur dalam IAEI tersebut. Tidak hanya itu, dia juga menyampaikan susunan struktural kepengurusan.

"Kami lapor ke bapak Wapres yang secara struktural beliau pengarahnya. Sehingga kita juga menyampaikan draf dari kepengurusan dan arahan dari beliau serta rencana langkah ke depan," imbuhnya. [bim]

Baca juga:
ISEF 2019 Diharap Bisa Wujudkan Indonesia Sebagai Rujukan Ekonomi Syariah Dunia
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Percepat Perkembangan Ekonomi Syariah
Temui Wapres Ma'ruf, Tokopedia Bahas Layanan Berbasis Syariah
Bank Muamalat dan Islamic Development Bank Temui Wapres Maruf, Bahas Apa?
Wapres Ma'ruf Amin Ajak Santri Jadi Penggerak Ekonomi
Indonesia Raih Peringkat Pertama Pasar Keuangan Syariah Global 2019

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini