Bank Indonesia Catat Peredaran Uang Palsu di Solo Meningkat, Terbanyak Rp 100.000

Selasa, 12 Februari 2019 19:01 Reporter : Arie Sunaryo
Bank Indonesia Catat Peredaran Uang Palsu di Solo Meningkat, Terbanyak Rp 100.000 Dirtipideksus Bareskrim bongkar kasus uang palsu. ©Liputan6.com/Arya Manggala

Merdeka.com - Peredaran uang palsu (upal) di Kota Solo dan sekitarnya terus meningkat setiap tahunnya. Guna mengantisipasi hal tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menggandeng pihak kepolisian.

Kepala KPw Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto mengatakan, meskipun jumlahnya tidak signifikan, namun peningkatan tersebut cukup meresahkan masyarakat. Sehingga perlu dilakukan antisipasi.

"Bank Indonesia Solo sudah menggandeng kepolisian untuk mencegah peredaran upal di Solo," ujar Bandoe, Selasa (12/2).

Bandoe menyampaikan, selama kurun waktu 2017, pihaknya berhasil menemukan 4.858 lembar upal dengan berbagai pecahan. Tahun 2018, jumlah temuan upal meningkat menjadi 5.185 lembar. Sedangkan tahun 2016 lalu, jumlah upal yang beredar di Solo cukup banyak, yakni mencapai 7.101 lembar.

"Pecahan upal yang sering beredar di masyarakat yakni pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Pecahan Rp 100.000 prosentasenya 54,93 persen dan pecahan Rp 50.000, 40,52 persen," jelasnya.

Bandoe mengimbau masyarakat agar ikut memberantas peredaran uang palsu. Caranya, yakni dengan tiga D, dilihat, diraba dan diterawang.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini