Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun pabrik, Luhut janji RI tak kekurangan garam di 2019

Bangun pabrik, Luhut janji RI tak kekurangan garam di 2019 Menko Luhut pantau LRT. ©2017 Merdeka.com/Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan, saat ini pemerintah akan mengembangkan industri garam di Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan memanfaatkan 5.000 hektare lahan terlantar. Targetnya, supaya Indonesia tidak lagi kekurangan garam 2 tahun ke depan.

Demikian dikatakannya usai acara simposium internasional bertajuk Marine Plastic Debris Solution di Hotel Swiss Bell Inn di Makassar, Rabu, (9/8).

"Saya dapat laporan tadi dari Gubernur Sulsel kalau potensi garam di Sulsel juga sangat besar. Jadi nanti kalau yang di Kupang berhasil, kita akan kembangkan semua hingga ke sini sehingga tidak ada lagi isu garam," ujar Luhut.

Luhut menegaskan pemerintah telah minta pihak Unhas untuk ikut terlibat membuat rencana bisnis dalam pengembangan garam di Kupang. Sebab, lahan yang akan dimanfaatkan cukup luas yakni 5.000 hektare.

Sementara Rektor Unhas, Dwi Aries Tina Pulubuhu mengatakan, pihaknya telah menyampaikan ke Menko Kemaritiman bahwa Unhas telah melakukan pendampingan petani garam di tiga daerah potensial garam yakni Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Bulukumba.

Mendengar laporan itu, kata Dwi, Menteri Luhut menegaskan jika di Sulsel juga layak jadi pusat industri garam.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP