Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bahaya penyakit di bungkus rokok tak efektif kurangi konsumsi

Bahaya penyakit di bungkus rokok tak efektif kurangi konsumsi rokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Indonesia, baik perokok maupun tidak pasti sudah sangat familiar dengan iklan bahaya merokok yang terpampang jelas di setiap bungkus rokok. Produsen rokok memang diwajibkan untuk menyebarluaskan bahaya mengonsumsi batangan tembakau tersebut di tiap bungkusnya.

Meski begitu, banyak pihak menilai, imbauan tersebut tidak sepenuhnya efektif untuk mengurangi angka perokok yang kian hari kian bertambah.

Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto mengatakan, dampak iklan tidak sampai membuat pecandu menghentikan kebiasaannya, melainkan hanya menimbulkan perasaan tidak enak sesaat saja.

"Sebenarnya, iklan rokok itu impact-nya tidak begitu efektif. Orang hanya takut, tapi enggak membuat berhenti. Hanya ada perasaan tidak enak dan nyaman saja," ungkap dia di Jakarta, Senin (25/6).

Dia pun menganggap, keberadaan iklan itu merupakan sebuah kebijakan yang serba salah, lantaran hal tersebut turut memberikan pemasukan bagi pendapatan daerah dan negara.

Oleh karena itu, Teguh menyatakan, isu pengendalian rokok yang pihaknya gencar kampanyekan tidak akan bisa 100 persen efisien dalam waktu dekat ini. Namun begitu, dia percaya, meninggikan harga rokok dapat menjadi titik awal untuk mengatur peredaran rokok di tengah masyarakat.

"Saya rasa tidak ada solusi instan. Rokok mahal adalah sebuah proses bagaimana kita nantinya bisa mengendalikan peredaran rokok," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP