B20 berjalan, pemerintah siapkan 2,9 juta kiloliter Solar campur 20% minyak sawit

Selasa, 28 Agustus 2018 19:08 Reporter : Anggun P. Situmorang, Wilfridus Setu Embu
B20 berjalan, pemerintah siapkan 2,9 juta kiloliter Solar campur 20% minyak sawit

Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK akan segera merealisasikan penggunaan perluasan Biodisel 20 persen (B20) pada 1 September mendatang. Untuk mendukung penerapan ini, pemerintah telah menyediakan Solar campur 20 persen minyak sawit siap pakai sebanyak 2,9 juta kiloliter (kl).

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Master Parulian Tumanggor menegaskan bahwa penerapan B20 telah siap secara keseluruhan. "Total 2,9 juta kiloliter. Tidak ada masalah, 1 September jalan," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/8).

Tumanggor mengatakan, 2,9 juta kl B20 siap pakai ini akan ditempatkan di 6 depo. Sehingga nantinya, sebanyak 2,9 juta kl tidak langsung digelontorkan ke pasar tapi disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun.

"Ke enam depo, kan tidak sekaligus semuanya. Mungkin bulan pertama 500, bulan kedua 600, bertahap sampai Desember totalnya 2,9 juta kl PSO dan Non PSO. Harganya hari ini keluar dari Menteri ESDM," jelasnya.

Tumanggor menjelaskan, penambahan pasokan ini tidak akan mengganggu kontrak dengan perusahaan yang sebelumnya telah menyetujui penyediaan B20 untuk PSO. Namun, akan dilakukan amandemen untuk menyesuaikan kontrak dengan permintaan B20 yang baru.

"PSO bisa diamandemen, tadi kita rundingkan. Untuk nambah yang September Desember, karena kan tambahan ini ada juga si A alokasinya ke sini, tadinya enggak ada di kontrak lama. Nanti diamandemen kontrak," jelasnya.

"Misalnya gini tadinya, PT A katakanlah 200 ribu ton, sekarang ada tambahan dia dapat 300, tinggal diamandemen dari 200 menjadi 300. Lokasi ke mana, mungkin ada tambahan lokasi, nanti ditambah lokasinya. Dan sejak 1 September siapa tidak campur kena denda," tandasnya.

Di lokasi berbeda, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar memperkirakan total konsumsi unsur nabati atau FAME (Fatty Acid Methyl Ester-red) mencapai 4 juta kiloliter..

Meskipun demikian, Archandra enggan menjabarkan secara lebih terperinci, berapa komposisi pasokan FAME, PSO dan non PSO. "PSO dan non-Pso jumlah 4 juta KL. Sampai Desember (2018)," ungkapnya dalam bincang santai, di Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (28/8).

Sementara untuk tahun 2019, Archandra memprediksi kebutuhan FAME mencapai 6,7 juta KL. "Januari sampai Desember tahun depan itu 6,7 juta KL," tandas dia. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. ESDM
  2. BBM Subsidi
  3. Biodiesel
  4. Jakarta
  5. B20
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini