Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Australia larang pejabatnya pakai Lion Air, ini respons Rusdi Kirana

Australia larang pejabatnya pakai Lion Air, ini respons Rusdi Kirana Rusdi Kirana berkunjung ke merdekacom. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah Australia melarang warganya menggunakan maskapai Lion Air. Peringatan keras itu dikeluarkan setelah musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2019 pagi.

"Pejabat dan kontraktor telah diinstruksikan untuk tidak terbang menggunakan Lion Air maupun anak usahanya," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia di situsnya.

Menanggapi hal ini, Pendiri Lion Air Grup Rusdi Kirana mengatakan larangan tersebut tidak akan berdampak signifikan pada bisnis perusahaan. Sebab, Lion Air sejauh ini hanya melayani rute domestik.

"Tidak ada (dampak ke bisnis) karena kita kan domestik. Kita ada terbang Australia itu namanya Batik dan Malindo," kata dia, saat ditemui, di Crisis Center Lion Air, Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Selasa (30/10).

Dia mengatakan pihaknya menghargai kebijakan tersebut. Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil investigasi yang sedang dijalankan. "Dan kita menghargai kalau mereka melarang, kalau hasil investigasi bukan salah kita, kita minta mereka melakukan koreksi," ujar Rusdi.

Sebelumnya, dalam pernyataannya, pemerintah Australia menyatakan keputusan pelarangan terbang menggunakan Lion Air akan kembali ditinjau setelah diketahui hasil investigasi terhadap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP