Arya Sinulingga jadi Staf Khusus Menteri BUMN

Sabtu, 9 November 2019 10:40 Reporter : Merdeka
Arya Sinulingga jadi Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. ©2014 Merdeka.com/youtube

Merdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat empat orang staf khusus. Dari empat orang tersebut salah satunya adalah Mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga.

Arya Sinulingga, lulusan ITB yang juga praktisi di media ini, akan membantu di bidang Komunikasi Publik. Saat ini, Arya juga sudah mengundurkan diri dari DPP di Partai Perindo.

Selain itu, tiga nama lainnya adalah Muhammad Ikhsan, Nanang Pamuji, Anhar Adel. Keempat Stafsus ini sudah melalui persetujuan Presiden dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Erick menjelaskan, keempat Staf Khusus yang diangkat itu adalah akademisi dan profesional yang akan memberikan memberikan saran dan pertimbangan terkait hal-hal yang bukan merupakan bidang tugas unsur-unsur organisasi kementerian.

"Empat Staf Khusus yang diangkat ini, akan membantu saya secara profesional dan tentunya tidak akan tumpang tindih dengan jajaran pejabat atau pegawai yang sudah ada di Kementerian BUMN. Mereka malah akan membantu agar akselarasi yang kita lakukan dapat on the track dan sesuai target yang ditetapkan," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (9/11).

Muhammad Ikhsan, salah satu Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelumnya adalah Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, akan menjadi Staf Khusus yang memberikan masukan terkait makro ekonomi.

Nanang Pamuji, Profesor di Universitas Gajah Mada ini akan memberikan masukan dan saran agar BUMN membangun talenta management dan meningkatkan inovasi di era distrupsi.

Sedangkan Anhar Adel, akan membantu Menteri BUMN terkait hubungan lembaga dan dengan Kementerian sehingga sinergi dengan institusi lain terus terjaga.

1 dari 1 halaman

Pembagian Tugas Wakil Menteri

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir Erick Thohir telah menetapkan pembagian tugas Wakil Menteri dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan.

Wakil Menteri (Wamen) BUMN I, yakni Budi Gunadi Sadikin membina BUMN sektor farmasi, jasa survei, energi, pertambangan, industri strategis, dan media.

Sedangkan Wamen BUMN II, yakni Kartika Wirjoatmodjo membina BUMN sektor industri agro, kawasan, logistik, pariwisata, jasa keuangan, konstruksi, jasa konsultan, sarana dan prasarana perhubungan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembagian itu dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi pengendalian dan pemantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian BUMN, khususnya terkait pembinaan.

Ia mengemukakan pembagian sektor BUMN yang dibina oleh masing-masing Wamen ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-263/MBU/10/2019 tentang Pembagian Badan Usaha Milik Negara yang Dikoordinasikan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara.

"Hal ini sudah disepakati bersama, sehingga masing-masing Wamen dapat bersinergi dengan baik dan mengakselerasi tugas-tugas yang sudah diberikan," kata Erick Thohir dikutip dari Antara, Senin (4/11).

Ia menambahkan masing-masing Deputi Pembina BUMN juga sudah diminta untuk dapat melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan para Wamen sebagaimana pembagian yang ditetapkan.

Dijelaskan, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 Oktober 2019 saat pelantikan, masing-masing Wamen mendapatkan penugasan khusus dari Presiden untuk memperkuat kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju sehingga perubahan-perubahan nyata bisa segera dirasakan.

Sumber: Liputan6

Reporter:Ilyas Istianur Praditya [did]

Baca juga:
Berbeda dari Rini, Erick Thohir Pakai Tim Penilai Akhir Pilih Pimpinan BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir Beri Bocoran, Dirut Mandiri dari Internal
Erick Thohir Sambangi Kantor Arifin Tasrif, Apa yang Dibicarakan?
Sambangi Balai Kota, Erick Tohir Bahas Integrasi Sistem Transportasi dengan Anies
Menteri Jokowi yang Siap Dipecat Jika Tak Becus Kerja
Erick Thohir Diharap Pilih Bos Inalum yang Mengerti Industri Pertambangan
Laba Bukit Asam Tembus Rp3,1 Triliun Hingga Kuartal III-2019

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini