Arcandra Tahar: Makin Banyak Mobil Listrik, Makin Sedikit Impor BBM
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK terus mendorong penggunaan kendaraan listrik guna meningkatkan ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, sumber energi kendaraan listrik dihasilkan dari pembangkit yang menggunakan energi primer berasal dari dalam negeri. Sebab itu, jika kendaraan listrik semakin marak digunakan masyarakat akan menggeser kendaraan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mayoritas berasal dari impor.
"Listrik kita impor nggak? nggak kan. Listrik adalah jenis energi yang bisa kita produksi sendiri," kata Arcandra, di Jakarta, Selasa (21/1).
Dalam pandangan Arcandra, jika kendaraan listrik semakin banyak digunakan, maka ketergantungan dengan pasokan BBM dari luar negeri bisa berkurang. Dengan begitu akan menciptakan ketahanan energi karena sumber energi Indonesia tidak lagi terpengaruh kondisi di luar negeri.
"Kalau bisa produksi sendiri maka apapun yang terjadi di dunia luar kita tetap memenuhi kebutuhan kita, intinya itu jadi jangan dilihat semata mata dari evironmental sustainability tapi dilihat kedaulatan energi kita ke depan," jelas Arcandra.
Menurut Arcandra, dengan beralihnya penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendraan listrik, juga akan membuat neraca transaksi neraca berjalan Indonesia tidak lagi defisit akibat impor minyak dan gas (migas). Selain itu, juga akan meningkatkan pemanfaatan listrik yang saat ini pasokannya sudah berlebih.
"Semakin banyak konversi ke listrik, semakin banyak mobil listrik, listrik kita punya excess power nah itu kalau dimanfaatkan untuk menjual listrik. nah BBM akibatnya nanti BBM impor turun, kalau kompor listrik LPG turun impornya sehingga nggak ditulis lagi (neraca negatif)," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya