Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apindo akui pengusaha kencangkan ikat pinggang di tengah pelemahan Rupiah

Apindo akui pengusaha kencangkan ikat pinggang di tengah pelemahan Rupiah Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani. Hana Adi Perdana©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani, mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah sudah mulai dirasakan dampaknya oleh pengusaha. Di mana, pelemahan Rupiah memicu naiknya harga bahan baku yang diimpor sehingga biaya produksi pun meningkat.

"Bahan baku kan kita apalagi bahan baku impor itu semua dalam Dolar. Jadi semua itu otomatis ke biaya produksi naik semua," ungkapnya di Kantor APINDO, Jakarta, Kamis (5/7).

"Kita hampir semua komponen impornya masih cukup tinggi mulai dari tekstil sampai farmasi kan itu impor semua. Saya punya pabrik tekstil, tenun, sekarang pusing juga kan beli benang. Dia ngitungnya Dolar."

Langkah-langkah antisipatif yang sejauh ini sudah diambil pengusaha salah satu lebih hati-hati dalam melakukan produksi di sektor usaha masing-masing.

"Secara umum memang responsnya kehati-hatian kan menimbulkan dampak menurunkan produksi, menurunkan yang jelas produksi pasti mereka kalkulasi lagi karena biayanya kan jadi mahal," jelas dia.

Selain itu, pengusaha juga mulai melakukan efisiensi. Diharapkan efisiensi yang dilakukan dapat membantu pengusaha untuk bertahan di tengah melemahnya Rupiah.

"Mereka mulai lakukan efisiensi di segala bidang. Jadi produksi turun, efisiensi di tempat-tempat lainnya juga akan dilihat lagi. Semua pengeluaran akan direview semua. Itu yang kita khawatir akhirnya ekonominya bisa semuanya melambat," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP