Antisipasi ekspansi Amazon, Alibaba suntik Lazada dana segar Rp 13 T

Kamis, 29 Juni 2017 19:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Antisipasi ekspansi Amazon, Alibaba suntik Lazada dana segar Rp 13 T Alibaba akuisisi Lazada. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Alibaba, situs jual beli online (e-commerce) raksasa China, akan mengucurkan dana investasi sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 13,2 triliun untuk meningkatkan sahamnya di Lazada. Suntikan dana ini untuk memperkuat ekspansi Lazada seiring rencana Amazon menggarap pasar Asia Tenggara.

Dilansir dari CNBC, Kamis (29/6), Alibaba mengatakan akan meningkatkan kepemilikan sahamnya di Lazada dari semula 51 persen menjadi sekitar 83 persen. Total investasi mencapai lebih dari USD 2 miliar.

Investasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik di Asia Tenggara terhadap situs belanja online.

Menurut hasil studi pada 2016 yang dilakukan oleh Google dan cabang investasi pemerintah Singapura, Temasek Holdings, diperkirakan aktivitas e-commerce di kawasan Asia Tenggara akan tumbuh menjadi USD 200 miliar pada 2025. Terutama didorong oleh pertumbuhan situs jual beli online.

"Pasar e-commerce di wilayah ini (Asia Tenggara) masih tergolong belum tergali, dan kita melihat kesempatan yang sangat positif di depan kita. Kami akan terus menempatkan sumber daya kami untuk bekerja di Asia Tenggara melalui Lazada untuk menangkap peluang pertumbuhan ini," kata CEO Alibaba Group, Daniel Zhang, dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Lazada membantah jika investasi tambahan dari Alibaba merupakan langkah awal untuk mengantisipasi masuknya Amazon ke pasar Asia Tenggara. "Investasi ini pertama-tama merupakan penegasan kesuksesan Lazada yang terus berlanjut, dan kepercayaan Alibaba terhadap Lazada, ini juga merupakan komitmen terhadap wilayah ini," ujar CEO Lazada Maximilian Bittner.

"Dengan pasar e-commerce Asia Tenggara masih relatif belum dimanfaatkan, kita melihat peluang yang sangat positif di depan kita dan Alibaba akan terus menempatkan sumber dayanya untuk bekerja di Asia Tenggara melalui Lazada untuk menangkap peluang pertumbuhan ini."

Tahun lalu, Alibaba membeli sebagian saham dari German's Rocket Internet dan raksasa supermarket inggris Tesco.

Transaksi Alibaba-Lazada memperluas jejak global pemain e-commerce China termasuk di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Alibaba mengatakan dalam 12 bulan sampai akhir Maret, Lazada memiliki sekitar 23 juta pembeli aktif.

Lazada juga telah berinvestasi lebih jauh di wilayah ini dengan cara mengakuisisi toko online RedMart dan meluncurkan kemitraan dengan Unilever, yang bertujuan untuk memanfaatkan lebih banyak pangsa pasar ritel online di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, tim ini bekerja sama dengan merek untuk membuat program keanggotaan berbasis langganan, LiveUp, untuk pelanggan di Singapura. Layanan ini menawarkan penghargaan dan promosi dari merek termasuk Netflix, Uber, UberEATS, RedMart dan Taobao Collection.

Peritel Asia Tenggara mengatakan bahwa kemitraan dengan Alibaba memungkinkan Lazada untuk berinvestasi lebih jauh di pasar, teknologi, pembayaran dan logistik untuk lebih mendukung pembeli dan pedagang, yang banyak di antaranya adalah usaha kecil.

Tahun lalu, TechCrunch melaporkan bahwa Amazon telah merencanakan untuk meluncurkan layanan e-commerce lokal di Singapura pada kuartal pertama 2017. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. Alibaba
  2. Lazada
  3. Amazon
  4. E Commerce
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini