Anggota DPR soal Pemadaman Listrik Massal: Bukan Saatnya Saling Menyalahkan

Jumat, 9 Agustus 2019 21:25 Reporter : Siti Nur Azzura
Anggota DPR soal Pemadaman Listrik Massal: Bukan Saatnya Saling Menyalahkan pln. Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota DPR RI Komisi VI, M. Nasim Khan angkat bicara terkait pemadaman listrik massal yang terjadi pada Minggu (4/8) lalu. Menurutnya, sekarang bukan saatnya saling menyalahkan, melainkan menegaskan kembali komitmen bersama ke depannya.

"Permasalahan akan selalu timbul, itu pasti. Namun yang terpenting bukan mencari siapa yang salah atau kambing hitam. Melainkan, untuk menegaskan kembali bagaimana komitmen bersama kita menyelesaikan, juga menata, mempersiapkan apapun yang terjadi ke depan," kata Nasim di Jakarta, Jumat (9/8).

Dia mengimbau agar pemerintah harus mengecek dan mengevaluasi kembali seluruh proyek energi nasional. "Negara harus tegas mengevaluasi serius hal ini. Negara cek ulang seluruh sistem energi proyek-proyek yang terbangun dan mempersiapkan serta mengevaluasi yang akan dibangun. Selanjutnya negara harus memastikan proses operasional sistem energi seluruh proyek nasional siap secara khusus menghadapi kemungkinan padamnya energi listrik," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah Zubir meminta berbagai pihak untuk menahan diri agar tidak timbul kerugian yang lebih besar bagi rakyat kebanyakan, terutama mengenai tuntutan yang dilayangkan ke PLN. Dia meminta agar masyarakat bisa lebih bijak agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dari PLN.

"Saya memahami bahwa kita semua kecewa terkait peristiwa kemarin. Tapi jangan seperti itu, menuntut sangat besar, sampai ratusan triliun rupiah. Patut diingat, bahwa PLN ini adalah BUMN yang melayani hajat hidup orang banyak. Listrik telah menjadi kebutuhan primer bangsa Indonesia. Jika tuntutannya terkabul, apa tidak menjadi tambah susah semua. PLN bisa bangkrut untuk membayar tuntutan itu, listrik jadi mati lagi. Jadinya justru menyulitkan semua, apa itu yang kita mau," jelasnya.

Meski demikian, Inas mempersilakan jika rakyat hendak menuntut kompensasi atas blackout kemarin. PLN pun diyakininya pasti memberikan kompensasi sesuai regulasi yang ada. "Sekarang, silakan tuntut PLN untuk memberikan kompensasi. Banyak metodenya. Mungkin listrik bisa digratiskan 1-2 hari, atau pengurangan tagihan, macam-macam. Yang penting ada kompensasinya," tegas Inas. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini