Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat Tax Amnesty hingga erupsi Gunung Agung,Garuda Indonesia rugi Rp 2,88 T di 2017

Akibat Tax Amnesty hingga erupsi Gunung Agung,Garuda Indonesia rugi Rp 2,88 T di 2017 Pahala Nugraha Mansury. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia Airlines (GIA) (Persero) Tbk mengalami kerugian sebesar USD 213,4 juta atau setara dengan Rp 2,88 triliun (kurs Rp 13.500) sepanjang 2017. Perseroan meraup laba pada kuartal III dan IV, namun, tidak dapat menutupi kerugian pada kuartal I dan II.

Direktur Utama GIA, Pahala Mansury, mengungkapkan pada kuartal I-2017 perusahaan penerbangan pelat merah tersebut menderita kerugian sebesar USD 99,1 juta. Beban finansial kemudian dialihkan kepada manajemen baru yang kala itu baru dilantik dengan dirinya sebagai direktur utama.

Kuartal berikutnya, GIA kembali mengalami kerugian hingga USD 184,7 juta. Membengkaknya angka kerugian pada kuartal II disebabkan GIA harus menanggung non recurring expenses yang dikomposisi dari pembayaran Tax Amnesty sebesar USD 137 juta dan pembayaran denda atas kasus persaingan bisnis kargo dengan Australia sebesar USD 7,5 juta.

"Apabila dikurangi dengan biaya extraordinary tersebut, maka kerugian Garuda Indonesia pada Kuartal II mencapai USD 38,9 juta," kata Pahala dalam acara konferensi pers di Kantor Garuda, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (26/2).

Pada kuartal III, GIA mulai bangkit dan mencatat laba sebesar USD 61,9 juta. Sedangkan, pada kuartal IV, GIA kembali mencatat laba namun tidak sebesar kuartal sebelumnya yaitu hanya sebesar USD 8,5 juta.

Pahala mengatakan apabila penghitungan non recurring expenses pada kuartal II-2017 tidak dimasukkan, maka kerugian yang dialami perseroan adalah sebesar USD 67,6 juta.

"Kalau kita masukkan memang Garuda Indonesia secara full year membukukan kerugian USD 213,4 juta, tapi kalau kita keluarkan poin tadi kita juga memang rugi, terutama ada rugi di triwulan pertama. Tetapi kalau kita lihat di triwulan empat kita sudah membukukan laba," ujarnya.

Pahala mengungkapkan, erupsi Gunung Agung menjadi salah satu penyebab menurunnya laba pada kuartal IV. "Pengaruh dari erupsi yang terjadi pada awal mempengaruhi pada penumpang yang kita angkut."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP